Kesehatan

Kapan Anak Alergi Susu Sapi Boleh Beralih ke Susu Soya?

Anak yang alergi susu sapi dapat beralih ke susu soya yang diformulasikan khusus, tetapi perlu memastikan diagnosis alergi terlebih dahulu.

V
Vina Maharani
27 July 2026 24 pembaca
Foto: Averus Al Kautsar/detikhealth
Foto: Averus Al Kautsar/detikhealth

Dalam beberapa kasus, anak mungkin tidak dapat mengonsumsi susu sapi karena alergi. Namun, hal ini tidak menghalangi anak untuk mendapatkan asupan nutrisi yang optimal. Salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan adalah susu soya yang telah diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Pertanyaannya, kapan orang tua dapat mengganti susu sapi dengan susu soya?

Pentingnya Memastikan Alergi Susu Sapi

Spesialis anak dr Kanya Ayu, SpA menuturkan bahwa sebelum memberikan susu soya, orang tua perlu memastikan bahwa anak benar-benar mengalami alergi susu sapi. Jika anak menunjukkan reaksi alergi setelah mengonsumsi susu sapi, sebaiknya hentikan pemberiannya. Setelah itu, coba berikan susu sapi kembali setelah dua minggu untuk melihat apakah ada perbaikan.

“Oke pertama dihilangkan dulu 2 minggu untuk dieliminasi lalu kita lihat selama dihilangkan dua minggu ada perbaikan tidak kondisinya?” ucap dr Kanya dalam Talkshow Early Life Nutrition - Next Gen(Re) Parenting oleh Morinaga di Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026).

Proses Eliminasi dan Pemberian Susu Soya

Jika setelah dua minggu ada perbaikan, susu sapi dapat dicoba kembali. Jika gejala alergi muncul lagi, maka dapat dipastikan bahwa anak alergi susu sapi. Pemberian susu sapi kemudian dihentikan selama enam bulan. Selama periode tersebut, susu soya yang sudah diformulasikan dapat diberikan jika tidak ada masalah dalam tumbuh kembang anak.

Dr Kanya mengingatkan bahwa susu soya yang diberikan haruslah susu soya yang sudah diformulasikan secara khusus. “Salah satu pilihannya adalah soya karena lebih mudah didapatkan secara biaya lebih terjangkau juga dan bisa menjadi alternatif, lalu coba aja kita lihat responnya, misalnya oh ternyata cocok ya udah lanjutkan,” katanya.

“Karena ini soyanya itu soya formula yang bukan susu kacang kedelai karena kalau formula soya sudah diformulasikan mencukupi kebutuhan nutrisi anak berdasarkan usianya,” tandas dr Kanya. Ia juga mengingatkan orang tua untuk berkonsultasi dengan dokter anak jika masih ada keluhan atau bingung menentukan produk yang cocok.

Artikel Terkait