Seorang pegawai Diskominfo Kutai Kartanegara yang dikenal dengan inisial MFA ditangkap oleh polisi karena diduga melakukan pembakaran di ruang rapat kantornya. Tindakan nekat ini dipicu oleh rasa frustrasi pelaku akibat sering difoto dan dijadikan bahan olokan oleh rekan-rekannya. Api yang membakar ruang tersebut berhasil dipadamkan dalam waktu 15 menit, meskipun telah menyebabkan kerusakan pada fasilitas dan peralatan elektronik di kantor.
Insiden ini menggambarkan dampak perilaku perundungan di tempat kerja yang dapat berujung pada tindakan ekstrem. Polisi segera menangkap MFA, yang merupakan operator di Diskominfo, setelah mendapatkan informasi mengenai aksi pembakaran tersebut. Penyelidikan menunjukkan bahwa pelaku telah merencanakan tindakan ini dengan matang sejak pagi hari, dipicu oleh kemarahan yang mendalam akibat ejekan yang diterimanya.
Tekanan Emosional yang Memuncak
Kemarahan pelaku berakar dari pengalaman berulang di mana foto dirinya sering dijadikan bahan lelucon di grup pesan singkat, yang berkontribusi pada kerusakan mentalnya. "Dia merasa kesal dengan lingkungan. Karena sering difoto, terus diganti, dibuat bahan olokan, terus dijadikan stiker," ujar Kasat Reskrim Polres Kukar, AKP Elnath Splendidta Wafiq Gemilang.
Polisi mencatat bahwa pelaku telah membeli sejumlah besar bahan bakar minyak, sekitar 30-40 liter, sebelum menuju gedung Diskominfo. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan pembakaran ini telah direncanakan secara sistematis. Tim penyidik saat ini sedang merekonstruksi jalur yang dilalui MFA untuk memasukkan bahan bakar ke dalam area perkantoran.
Penanganan Kebakaran dan Dampaknya
Pada pukul 07.30 WITA, kepulan asap mulai terlihat oleh warga dan pegawai di sekitar lokasi, yang kemudian melaporkannya kepada petugas pemadam kebakaran. Tim pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api sehingga tidak menyebar ke seluruh gedung, dengan kerusakan yang hanya terjadi di ruang rapat utama. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kukar, Fida Hurisani, memastikan bahwa kebakaran tidak menjalar ke bagian lain gedung.
Meski api berhasil dipadamkan dengan cepat, kerugian materiil tetap terjadi, dengan banyak perangkat elektronik dan sarana kerja yang rusak parah. Sirkulasi udara yang buruk di gedung juga menjadi tantangan bagi petugas pemadam setelah api padam, karena ruangan berpendingin udara tanpa ventilasi yang memadai menyebabkan penumpukan asap beracun. Penggunaan mesin penyedot asap bertekanan tinggi diperlukan untuk menetralkan udara di dalam gedung, dan kondisi lokasi baru dinyatakan aman beberapa jam setelah proses tersebut selesai.
Di tengah proses hukum, beredar rekaman video yang menunjukkan tindakan kekerasan terhadap pelaku setelah penangkapannya. Pihak kepolisian berkomitmen untuk menyelidiki kebenaran video tersebut yang telah viral di media sosial.