🔴 Breaking
ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok
Nasional

Kasus Mutilasi di Bekasi: Rekan Kerja Ternyata Pelaku Utama

Pelaku mutilasi pria di Bekasi terungkap, rekan kerja menjadi tersangka utama.

Jaya Abdi

Penulis

30 March 2026
7 kali dibaca
Kasus Mutilasi di Bekasi: Rekan Kerja Ternyata Pelaku Utama

Kasus mutilasi yang terjadi di Bekasi beberapa waktu lalu telah terungkap. Pelaku utama yang bertanggung jawab atas tindakan keji tersebut ternyata adalah rekan kerja korban. Berdasarkan informasi yang diperoleh, pelaku memiliki hubsungan yang erat dengan korban sebelum melakukan tindakan kejam tersebut.

Menurut keterangan polisi, korban dan pelaku bekerja di tempat yang sama dan memiliki interaksi yang cukup sering. Namun, tidak ada yang menyangka bahwa pelaku memiliki niat jahat terhadap korban. "Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif di balik tindakan pelaku," kata seorang petugas polisi.

Pada saat kejadian, korban ditemukan dalam freezer dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Pelaku kemudian melaporkan kehilangan korban, namun polisi curiga dengan statement yang diberikan. Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, polisi menemukan bukti yang mengarah pada pelaku.

"Korban adalah teman dekat saya, saya tidak menyangka bahwa dia bisa melakukan tindakan seperti itu," kata seorang rekan kerja korban. Rekan kerja korban tersebut juga mengaku bahwa pelaku memiliki perilaku yang aneh beberapa hari sebelum kejadian.

Polisi masih menyelidiki motif di balik tindakan pelaku. "Kami akan terus menyelidiki untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," kata seorang petugas polisi. Sementara itu, pelaku telah ditahan dan akan diadili atas tindakannya.

Kasus ini telah menimbulkan kehebohan di masyarakat, terutama di kalangan rekan kerja korban. Banyak yang masih tidak percaya bahwa rekan kerja mereka bisa melakukan tindakan kejam seperti itu. "Kami masih shock dan tidak percaya bahwa ini bisa terjadi," kata seorang rekan kerja korban.

Artikel Terkait

Sumber: www.inews.id