Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi IV DPR RI, Bambang Purwanto, menyatakan keheranannya terhadap pemadaman listrik bergilir yang terjadi di daerah pemilihannya di Kalimantan Tengah. Pemadaman yang berlangsung di Palangka Raya dan Pangkalan Bun selama tiga jam ini sangat mengecewakan, terutama karena batu bara sebagai sumber listrik berasal dari wilayah tersebut.
Bambang menegaskan bahwa pemadaman listrik semacam ini sangat merugikan para pelaku usaha, baik yang berskala kecil maupun besar, termasuk sektor pertanian, peternakan, dan industri yang bergantung pada pasokan listrik. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap viralnya peristiwa pemadaman listrik di Kalimantan Tengah di media sosial. Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun @akunCeritaOomBM, Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap dan Persatuan Insan Perunggasan Kalimantan Tengah bahkan mengirimkan bangkai ayam yang sudah membusuk ke kantor PLN UP3 Palangka Raya di Jalan Ahmad Yani.
“Kerugian ini mestinya PLN harus menanggung akibatnya karena pelanggan sudah tertib membayar,” ungkapnya kepada wartawan pada Selasa (4/8/2026). Bambang juga menekankan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar yang mendukung hampir semua aspek kehidupan, mulai dari penerangan hingga sektor komunikasi, pendidikan, dan berbagai kegiatan usaha.
Kerugian yang Diderita Pelaku Usaha
Menurut Bambang, pemadaman listrik yang berkepanjangan dapat menyebabkan kerugian signifikan bagi pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sektor pertanian dan peternakan. “Bila manajemen PLN tidak mampu mengelola dengan baik, sebaiknya mundur agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat dan pengusaha, yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
Tanggapan PLN dan Permohonan Maaf
Sementara itu, dalam video yang diunggah oleh pemilik akun TikTok @akunCeritaOomBM, Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap dan Persatuan Insan Perunggasan Kalimantan Tengah mengirimkan bangkai ayam ke kantor PLN setempat. Koordinator Nasional Gerakan Santri Biru Kuning (GSBK), Febri Yohansyah, menekankan pentingnya tindakan konkret dari PLN dalam menanggapi pemadaman listrik bergilir di Kalteng. Dia menilai permohonan maaf yang disampaikan PLN tidak cukup untuk mengatasi kerugian materiil yang dialami oleh warga dan pelaku usaha.
“Saat terjadi blackout di sejumlah wilayah Sumatra, beliau meminta maaf. Ketika blackout terjadi di Pulau Jawa, juga meminta maaf. Seolah-olah dengan permintaan maaf tersebut masalah PLN selesai,” kritiknya. General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menjelaskan bahwa gangguan listrik disebabkan oleh kerusakan pada generator di PLTU Asam-Asam, serta kebocoran pada pipa boiler dan turbin di dua unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP), yang mengurangi kemampuan pasokan daya ke sistem.
Akibatnya, PLN terpaksa menerapkan pengaturan beban terbatas di beberapa wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan selama proses pemulihan. “PLN menyatakan seluruh personel telah diterjunkan untuk mempercepat perbaikan pembangkit yang mengalami gangguan,” jelas Iwan Soelistijono dalam keterangannya pada Senin (3/8/2026). Dia juga meminta masyarakat untuk menghemat penggunaan listrik, terutama pada pukul 18.00 hingga 21.00 WIB, serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama pemadaman bergilir berlangsung.