Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menanggapi anggapan yang beredar di kalangan publik mengenai perguruan tinggi yang dianggap sebagai pabrik penyedia tenaga kerja untuk industri. Pandangan ini muncul di media sosial seiring dengan rencana Kemdiktisaintek untuk menutup program studi yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan masa depan, yang menjadi perhatian publik pada akhir April 2026.
Direktur Kelembagaan Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek, Mukhamad Najib, menyatakan, "Tentu tidak demikian ya, industri hanya salah satu sektor dari peradaban, tentu kita menginginkan kampus itu bisa menjadi lokomotif peradaban." Ia menambahkan bahwa industri merupakan bagian dari peradaban yang harus diisi untuk mengatasi kemiskinan dan menuju era baru sebagai negara maju. Najib juga menegaskan bahwa tidak semua masyarakat harus terjun ke dalam industri, karena kehidupan memiliki banyak bidang selain industri.
Peran Kampus dalam Pembangunan Peradaban
Najib juga membahas fenomena di mana setelah investor asing masuk ke Indonesia, industri baru terbuka, tetapi masyarakat lokal sering kali hanya menjadi penonton. Dalam banyak kasus, industri baru tersebut malah mendatangkan tenaga kerja dari luar negeri. Ia berpendapat bahwa Indonesia perlu memastikan bahwa anak-anak negeri dapat mengisi posisi dalam industri dengan keterampilan yang memadai.
“Mengidentifikasi berbagai persoalan itu, di Kemendiktisaintek kami memiliki misi bagaimana mewujudkan pemerataan akses pendidikan tinggi yang berkualitas, relevan, dan berdaya saing,” jelas Najib. Ia menegaskan bahwa setiap bidang ilmu yang dikembangkan harus mampu menjawab tantangan zaman agar dapat berkontribusi pada pembangunan peradaban.
Pentingnya Pembaruan Ilmu Pengetahuan
Najib mengingatkan bahwa bidang studi harus senantiasa memperbarui pengetahuan agar tetap relevan dengan perubahan zaman. Ia menanggapi pernyataan yang menyebutkan bahwa ilmu sejarah tidak penting karena tidak sesuai dengan industri, dengan mengatakan, "Nah ini saya kira agak kurang pas kita memahami tantangan zaman yang kita hadapi, agak kurang pas kita memahami atau mendefinisikan industrialisasi yang kita maksud." Ia juga menekankan pentingnya disiplin ilmu seperti sastra dan bahasa dalam membangun peradaban yang diperlukan dalam situasi saat ini.
Di samping itu, lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki daya saing yang tinggi agar dapat berkontribusi di berbagai sektor kehidupan.