Konsumsi pemerintah berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa konsumsi pemerintah mengalami kenaikan sebesar 15,97% secara tahunan, didorong oleh pembayaran gaji ke-13 serta belanja Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menyatakan bahwa semua komponen pengeluaran dalam perekonomian Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif pada triwulan ini. “Komponen pengeluaran yang tumbuh tinggi yaitu konsumsi pemerintah didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa pada kuartal ini,” ungkap Edy dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta.
Pembayaran Gaji ke-13 dan Belanja Barang
Edy menjelaskan bahwa peningkatan konsumsi pemerintah tidak terlepas dari pembayaran gaji ke-13 untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri, serta percepatan pembayaran tunjangan bagi tenaga pendidik non-PNS. Belanja pemerintah juga meningkat seiring dengan realisasi belanja barang dan jasa, terutama yang disalurkan kepada masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis.
“Selain itu konsumsi pemerintah juga tumbuh didorong oleh peningkatan realisasi belanja barang dan jasa terutama pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat berupa salah satunya Program Makan Bergizi Gratis,” tambah Edy.
Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi
Konsumsi rumah tangga tetap menjadi kontributor utama bagi perekonomian Indonesia, dengan kontribusi mencapai 53,32% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan tumbuh 5,06% pada kuartal II-2026. Dari sisi sumber pertumbuhan, konsumsi rumah tangga memberikan andil terbesar dengan 2,67 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi.
BPS mencatat bahwa pertumbuhan konsumsi masyarakat didorong oleh meningkatnya aktivitas selama periode libur dan hari besar keagamaan. Beberapa komponen yang mengalami pertumbuhan signifikan termasuk konsumsi di restoran dan hotel yang meningkat sebesar 6,47%, serta sektor transportasi dan komunikasi yang tumbuh 5,71%.
Selain konsumsi masyarakat dan pemerintah, investasi juga berperan sebagai pendorong utama ekonomi pada kuartal II-2026. Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh sebesar 6,87% dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 29,36%. PMTB memberikan sumber pertumbuhan sebesar 2,06 poin persentase, dengan peningkatan terlihat pada beberapa komponen seperti kendaraan yang tumbuh 26,03% dan peralatan lainnya sebesar 16,18%.
Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh 5,29% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi pengeluaran, kontribusi terbesar berasal dari konsumsi rumah tangga, PMTB, dan konsumsi pemerintah. BPS mencatat bahwa total kontribusi konsumsi rumah tangga dan investasi mencapai 82,68% terhadap PDB Indonesia. Namun, komponen ekspor neto masih memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi negatif sebesar minus 0,78 poin persentase.