Nasional

Ketidaknyamanan Warga Rusia dalam Menikmati Liburan di Tengah Perang dengan Ukraina

Perang yang berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina telah membuat warga Rusia merasa terancam, sehingga mereka kesulitan untuk menikmati liburan. Ketakutan akan serangan mendadak dari Ukraina mencipta...

A
Agus Wigati
04 August 2026 19 pembaca
Warga Rusia Ngeluh Sulit Nikmati Liburan akibat Perang dengan Ukraina
Warga Rusia Ngeluh Sulit Nikmati Liburan akibat Perang dengan Ukraina

Sejak Februari lalu, konflik antara Rusia dan Ukraina telah berlangsung selama empat tahun. Hingga kini, pertikaian antara Moskow dan Kiev belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, dengan kedua belah pihak masih saling melancarkan serangan. Situasi ini menyebabkan banyak warga Rusia merasa frustrasi, karena mereka menganggap lingkungan sekitar mereka kini menjadi berbahaya akibat ancaman serangan balasan dari Ukraina.

Warga Rusia mengaku kesulitan untuk menikmati waktu liburan bersama keluarga karena ketakutan akan gempuran mendadak dari Kyiv. Salah satu warga Moskow, Elmira, mengungkapkan bahwa ia merasa cemas saat berlibur ke pantai di Anapa, Rusia selatan, bersama suaminya. Sebelum berangkat, mereka menghabiskan waktu untuk memeriksa informasi online guna memastikan lokasi pantai yang mereka tuju aman dari serangan Ukraina.

“Kami memutuskan untuk mengambil risiko. Kami datang ke sini dan kami tidak menyesal. Kami terus memantau ke mana harus pergi dan apa yang harus dilakukan jika sesuatu terjadi,” ujar Elmira. Selama berada di pantai, ia dan suaminya tetap waspada, khawatir akan adanya peringatan serangan udara dari pasukan Ukraina. Kondisi ini membuat liburan yang seharusnya menyenangkan menjadi penuh ketegangan.

Dampak Perang Terhadap Pariwisata Domestik

Perang yang berkepanjangan ini tidak hanya mengganggu kenyamanan liburan, tetapi juga menyebabkan penurunan signifikan dalam kunjungan wisata domestik di Rusia. Banyak warga yang enggan bepergian jauh untuk menghindari risiko serangan dari Kyiv. Pelaku usaha di sektor pariwisata merasakan dampak negatif dari situasi ini, karena tempat-tempat wisata, termasuk pantai, menjadi sepi pengunjung.

Hotel, restoran, dan resor mengalami penurunan pendapatan akibat minimnya wisatawan yang berlibur. “Jangka waktu pemesanan telah menyempit. Orang-orang tidak lagi mau merencanakan jauh-jauh hari, bukan hanya karena mereka berharap menemukan liburan yang lebih murah, tetapi juga karena mereka tidak tahu apa yang akan terjadi besok,” keluh Anita Kokourova, seorang manajer di Hotel Dream, Anapa.

Upaya Warga untuk Mengabaikan Ancaman

Meskipun warga Rusia berusaha untuk mengabaikan ancaman serangan dari Ukraina dan berusaha bertindak seolah tidak ada yang terjadi, rasa was-was tetap menghantui mereka. Hingga saat ini, Rusia dan Ukraina masih terus saling melancarkan serangan. Serangan terbaru yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina terjadi pada Kamis (30/7/2026), yang menewaskan sebuah keluarga yang terdiri dari lima orang.

Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Ukraina pada Jumat (31/7/2026), ketika pasukan militer Ukraina menyerang kilang minyak besar di Volgograd selatan, yang mengakibatkan satu orang tewas dan kebakaran hebat di sekitar area kilang. Ketegangan ini terus berlanjut, menciptakan ketidakpastian bagi warga yang ingin menikmati liburan mereka.

Artikel Terkait