Ekonomi

Kinerja Keuangan Emiten Astra Kuartal III 2026: UNTR Alami Penurunan Drastis

Beberapa perusahaan yang terhubung dengan Grup Astra menunjukkan hasil keuangan yang bervariasi hingga kuartal III 2026, dengan PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan penurunan laba yang signifikan...

I
Indriani Atmaja
28 October 2026 3 pembaca
Image title
Image title

Hasil kinerja keuangan emiten yang berafiliasi dengan Grup Astra menunjukkan variasi yang mencolok hingga kuartal III 2026. Di antara mereka, PT United Tractors Tbk (UNTR) mengalami penurunan laba bersih yang cukup besar, sementara PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), dan PT Astra Graphia Tbk (ASGR) mencatatkan peningkatan laba dibandingkan tahun lalu.

UNTR melaporkan laba bersih sebesar Rp 4,46 triliun untuk periode Januari hingga September 2026, yang merupakan penurunan signifikan sebesar 61,08% secara tahunan dibandingkan dengan laba bersih Rp 11,47 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan laba ini beriringan dengan penurunan pendapatan perusahaan, yang tercatat sebesar Rp 90,3 triliun hingga kuartal III 2026, turun 10% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan Laba di AALI dan AUTO

Berbeda dengan UNTR, AALI mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan. Emiten yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit ini melaporkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,91 triliun, meningkat 78,02% YoY dari Rp 1,07 triliun pada kuartal III 2025. Kinerja AALI didorong oleh peningkatan penjualan dan pendapatan usaha yang mencapai Rp 23,71 triliun, dibandingkan Rp 22,12 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba bruto AALI juga mengalami kenaikan menjadi Rp 4,37 triliun dari Rp 3,26 triliun. Selain itu, laba komprehensif tercatat sebesar Rp 1,96 triliun, naik dari Rp 1,11 triliun pada tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset AALI mencapai Rp 30,18 triliun, meningkat dari Rp 27,05 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, Astra Otoparts (AUTO) juga mencatatkan pertumbuhan laba hingga kuartal III 2026, dengan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp 1,80 triliun, naik dari Rp 1,57 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba AUTO sejalan dengan pertumbuhan pendapatan usaha yang mencapai Rp 17,02 triliun dari Rp 14,81 triliun. Laba bruto perusahaan juga meningkat menjadi Rp 2,65 triliun dibandingkan Rp 2,41 triliun pada kuartal III 2025.

Performa ASGR dan Rincian Laba

Salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan AUTO adalah segmen perdagangan, yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp 7,84 triliun hingga kuartal III 2026, meningkat 12% dibandingkan Rp 7 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh penambahan portofolio produk aftermarket, penguatan jaringan distribusi, serta meningkatnya permintaan dari segmen bisnis ke bisnis (B2B) dan bisnis ke konsumen (B2C).

Sementara itu, Astra Graphia (ASGR) melaporkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 208,60 miliar, meningkat dari Rp 180,31 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan bersih ASGR juga naik menjadi Rp 2,35 triliun dari Rp 2,26 triliun, dan laba bruto meningkat menjadi Rp 527,30 miliar dibandingkan Rp 501,14 miliar pada kuartal III 2025. Meskipun beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp 1,82 triliun dari Rp 1,76 triliun, ASGR masih mencatatkan keuntungan dari selisih kurs sebesar Rp 266 juta dan penghasilan lain-lain sebesar Rp 2,67 miliar. Kenaikan laba ini mendorong laba per saham dasar ASGR menjadi Rp 154,65, dibandingkan Rp 134,39 pada periode yang sama tahun lalu.

Dengan demikian, dari empat emiten yang dibandingkan, AALI mencatatkan pertumbuhan laba tahunan tertinggi secara persentase, sedangkan UNTR mengalami penurunan laba yang paling besar.

Artikel Terkait