Ekonomi

Bank Mandiri Berikan Kredit Rp 40 Triliun kepada Jhonlin Baratama, Haji Isam Masuk ke Bayan Resources

Bank Mandiri telah memberikan fasilitas kredit sebesar Rp 40 triliun kepada PT Jhonlin Baratama yang dimiliki Haji Isam, di tengah akuisisi saham perusahaan batu bara Bayan Resources.

A
Ananta Prana
28 October 2026 3 pembaca
Karunia Putri
Karunia Putri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengumumkan bahwa mereka telah memberikan fasilitas kredit dengan total plafon Rp 40 triliun kepada PT Jhonlin Baratama, sebuah perusahaan yang terkait dengan pengusaha Haji Isam. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 17 triliun telah digunakan. Dalam surat tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tertanggal 26 Oktober 2026, Bank Mandiri menjelaskan bahwa kredit ini dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha, termasuk belanja modal dan kebutuhan pembiayaan perusahaan serta grup usaha Jhonlin di sektor batu bara dan bisnis terkait.

“Bank memberikan Fasilitas Kredit tersebut dengan mempertimbangkan prospek usaha, kinerja keuangan, dan kemampuan membayar serta memperhitungkan kemampuan self financing Debitur terhadap kebutuhan Perusahaan dan Grup Usaha,” ungkap manajemen Bank Mandiri dalam dokumen tersebut.

Kredit untuk Pengembangan Usaha, Bukan Perdagangan Saham

Bank Mandiri menegaskan bahwa fasilitas kredit ini tidak ditujukan untuk aktivitas perdagangan saham, melainkan untuk pengembangan usaha. Pengawasan penggunaan dana dilakukan melalui persyaratan laporan aktivitas usaha yang ditetapkan dalam dokumen pembiayaan.

Dari sisi pelunasan, Bank Mandiri menyatakan bahwa sumber utama pembayaran kembali kredit berasal dari operasional Jhonlin Baratama dan anak perusahaan yang dapat memberikan dividen. Bank juga telah melakukan analisis sensitivitas terhadap kemampuan pembayaran debitur terkait fluktuasi harga dan produksi batu bara.

Fasilitas kredit ini dijamin dengan berbagai aset tetap dan non-tetap, termasuk saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), yang merupakan perusahaan afiliasi Jhonlin Baratama. Manajemen Bank Mandiri menambahkan bahwa nilai agunan lebih tinggi dibandingkan dengan fasilitas kredit yang diberikan.

Jhonlin Baratama Akuisisi Saham Bayan Resources

Pengumuman fasilitas kredit ini muncul bersamaan dengan ekspansi bisnis Jhonlin, termasuk akuisisi 30,25% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh Jhonlin Baratama pada Oktober 2026. Namun, dokumen Bank Mandiri tidak menyebutkan bahwa kredit Rp 40 triliun tersebut digunakan untuk mendanai akuisisi saham BYAN, sehingga perlu dipahami bahwa kedua peristiwa ini adalah hal yang terpisah meskipun melibatkan perusahaan yang sama.

Masuknya Haji Isam ke dalam kepemilikan BYAN menandai babak baru dalam sejarah perusahaan tersebut. Sebelum menjadi salah satu pemain utama di industri batu bara Indonesia, Bayan Resources didirikan oleh Low Tuck Kwong melalui serangkaian akuisisi yang dimulai pada tahun 1997. Seiring waktu, kepemilikan aset dan saham perusahaan ini telah mengalami berbagai polemik, termasuk klaim dari keluarga pemilik awal konsesi dan hibah saham kepada putrinya, Elaine Low, pada tahun 2024.

Low Tuck Kwong, yang merupakan pendiri Bayan Resources, lahir di Singapura pada tahun 1948 dan pindah ke Indonesia pada tahun 1972. Ia memulai kariernya di sektor konstruksi sebelum merambah ke industri pertambangan. Pada tahun 1992, ia menjadi warga negara Indonesia dan lima tahun kemudian mengakuisisi konsesi tambang batu bara pertamanya.

Sejak saat itu, Bayan Resources terus berkembang, termasuk melalui IPO pada tahun 2008 dan akuisisi sejumlah perusahaan tambang. Pada tahun 2025, Bayan mencatatkan pendapatan sebesar US$ 3,43 miliar, menunjukkan pertumbuhan signifikan yang telah dibangun Low selama beberapa dekade.

Namun, perjalanan bisnis Low tidak lepas dari kontroversi, termasuk klaim mengenai kepemilikan konsesi yang diakuisisi dan pengalihan saham kepada putrinya yang berkewarganegaraan Singapura. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kepemilikan saham oleh warga negara asing dalam konteks regulasi perusahaan pertambangan di Indonesia.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Haji Isam melalui Jhonlin Baratama telah menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi lebih banyak saham BYAN, menambah jumlah saham yang dimiliki menjadi lebih dari 10 miliar. Namun, rincian harga dari transaksi ini belum diungkapkan oleh manajemen Bayan Resources.

Artikel Terkait