Ekonomi

BEI Umumkan Pembagian Dividen Tunai Pertama Sebesar Rp 1,56 Triliun

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membagikan dividen tunai perdana sebesar Rp 1,56 triliun kepada para pemegang saham, yang berasal dari saldo laba ditahan perusahaan.

J
Jarot Kusna
28 October 2026 7 pembaca
Karunia Putri
Karunia Putri

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan rencana untuk membagikan dividen tunai perdana senilai Rp 1,56 triliun kepada pemegang saham. Pembagian ini diambil dari saldo laba ditahan yang tercantum dalam laporan keuangan yang telah diaudit untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan bahwa pemegang saham telah memberikan persetujuan untuk penggunaan saldo laba ditahan tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung di Jakarta pada hari Rabu, 28 Oktober. Persetujuan tersebut mencakup alokasi dana untuk cadangan operasional dan pengembangan perusahaan, serta pembagian dividen tunai khusus bagi pemegang saham yang berhak.

Alokasi Dana dan Rencana Kerja

“Pemegang saham menyetujui penggunaan saldo laba ditahan perusahaan dalam laporan keuangan yang diaudit untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 setelah disetujuinya Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2027 dan Anggaran Dasar oleh Otoritas Jasa Keuangan,” jelas Jeffrey dalam konferensi pers usai RUPSLB.

Jeffrey menambahkan bahwa BEI akan mengalokasikan Rp 2 triliun untuk dana cadangan operasional dan pengembangan perusahaan, sesuai dengan ketentuan Pasal 26 ayat (2) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2026. Selain itu, dividen tunai khusus yang akan dibagikan berjumlah Rp 1,564 triliun, yang setara dengan Rp 17 miliar per saham, akan diberikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham per 27 Oktober 2026.

Agenda RUPSLB

Dalam RUPSLB tersebut, terdapat tiga agenda yang disetujui oleh pemegang saham BEI. Agenda pertama adalah perubahan anggaran dasar perusahaan untuk demutualisasi bursa efek. Agenda kedua adalah penggunaan saldo laba ditahan berdasarkan laporan keuangan yang diaudit per 30 Juni 2026. Agenda ketiga mencakup rencana kerja dan anggaran tahunan (RKAT) perusahaan untuk tahun buku 2027. Sementara itu, agenda keempat bersifat informatif dan tidak memerlukan persetujuan dari pemegang saham.

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id. Nikmati pengalaman membaca yang lebih nyaman dan fitur menarik lainnya melalui aplikasi mobile Katadata.

Artikel Terkait