Jakarta - Artikel ini membahas isu kesehatan mental dan upaya bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal membutuhkan bantuan, segera hubungi layanan kesehatan mental atau profesional medis. Anda tidak sendirian.
Clélia Verdier, seorang gadis dari Lyon, Prancis, memiliki ingatan yang sangat jelas tentang pengalaman melahirkan kembar tiganya. Ia masih bisa merasakan sakitnya kontraksi, kebahagiaan saat memeluk ketiga putrinya untuk pertama kali, hingga rasa hancur ketika salah satu dari mereka meninggal dunia segera setelah lahir. Namun, kenyataan pahit yang harus dihadapi Clélia adalah bahwa ia tidak pernah hamil, tidak pernah melahirkan, dan bukan seorang ibu. Semua kenangan indah dan menyakitkan selama tujuh tahun itu hanyalah fragmen memori yang muncul saat ia berada dalam koma medis selama tiga minggu.
Kehidupan Tujuh Tahun dalam Tiga Minggu
Dalam wawancaranya dengan Daily Mail, Clélia menjelaskan bahwa ia dilarikan ke rumah sakit pada Juni 2025 setelah mencoba melakukan bunuh diri. Tim medis memutuskan untuk menempatkannya dalam koma induksi. Selama tiga minggu, tubuhnya terbaring tak bergerak, tetapi pikirannya menciptakan realitas alternatif yang sangat detail.
Di dalam mimpinya, ia memberi nama ketiga anaknya sebagai Mila, Miles, dan Maïlée. Ia mengingat setiap detail kepribadian mereka; satu di antaranya sangat pemalu, sementara yang lain penuh energi. "Saya ingat momen jalan-jalan, makan bersama, hingga membacakan cerita sebelum tidur. Saya mencintai mereka dengan sepenuh hati," ungkap Clélia.
Ketika akhirnya terbangun, pertanyaan pertama yang ia ajukan kepada staf medis adalah: "Di mana anak-anak saya?"
Duka Atas Kehilangan yang 'Tidak Nyata'
Reaksi terkejut melanda keluarga dan tim medis ketika Clélia bersikeras memberi tahu orang tuanya bahwa mereka telah menjadi kakek dan nenek. Ia butuh waktu lama untuk menerima kenyataan bahwa tujuh tahun hidupnya sebagai seorang ibu hanyalah ilusi. Hampir setahun setelah terbangun, Clélia masih merasakan kehilangan yang mendalam. "Saya hidup sebagai seorang ibu. Meskipun itu 'hanya mimpi', dengan semua yang saya rasakan dan alami, saya akan selalu menjadi ibu mereka. Itu adalah satu-satunya realitas saya untuk sementara waktu," katanya dengan penuh kesedihan.
Penjelasan Medis: Mengapa Memori Koma Begitu Nyata?
Fenomena yang dialami Clélia bukanlah hal baru dalam dunia medis. Stephan Mayer, direktur perawatan neurokritis di Mount Sinai Health System, menjelaskan bahwa koma medis berbeda dari koma akibat trauma. Dalam koma medis, otak sering kali menangkap "sekilas kesadaran" seperti televisi tua yang penuh statik atau bintik-bintik semu. Gambaran tersebut muncul hanya dalam waktu singkat, lalu menghilang. "Yang didapatkan pasien adalah kumpulan kilasan kesadaran yang terputus-putus dan tidak terhubung," jelas Mayer.