Kesehatan

Klarifikasi Intelijen Korut Terkait Rumor Kematian Kim Jong-un

Rumor mengenai kematian Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, yang beredar di media sosial, telah dibantah oleh Badan Intelijen Nasional Korea Utara dalam sebuah rapat tertutup.

A
Adhe Dharma
25 October 2026 9 pembaca
Kim Jong-un. Foto: KCNA via REUTERS
Kim Jong-un. Foto: KCNA via REUTERS

Baru-baru ini, publik dunia dihebohkan oleh rumor yang menyatakan bahwa Kim Jong-un, Pemimpin Tertinggi Korea Utara, telah meninggal dunia. Isu ini muncul di media sosial dan mengklaim bahwa Kim Jong-un mengalami koma akibat pendarahan otak saat menjalani perawatan di China. Selain itu, ada spekulasi bahwa adiknya, Kim Yo-jong, telah mengambil alih kekuasaan di negara tersebut.

Menanggapi isu yang beredar, Badan Intelijen Nasional Korea Utara (NIS) memberikan klarifikasi resmi dalam sebuah rapat tertutup bersama Komite Intelijen Majelis Nasional. NIS menegaskan bahwa semua rumor mengenai kondisi darurat atau kematian Kim Jong-un tidak memiliki dasar dan tidak sesuai dengan fakta.

Risiko Kesehatan dan Obesitas Ekstrem

Meskipun membantah isu kematian, NIS mengungkapkan bahwa Kim Jong-un termasuk dalam kelompok risiko tinggi yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius, terutama terkait penyakit jantung dan pembuluh darah. Hal ini berkaitan dengan kondisi fisik Kim yang memiliki berat badan lebih dari 140 kg, sehingga secara medis ia dikategorikan mengalami obesitas ekstrem.

Namun, intelijen menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda gangguan kesehatan yang signifikan pada Kim Jong-un. "Meskipun pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memiliki berat badan lebih dari 140 kg dan dikategorikan mengalami obesitas ekstrem sehingga berada dalam kelompok risiko tinggi penyakit kardiovaskular, tidak ada tanda-tanda signifikan gangguan kesehatan yang teramati," ungkap NIS.

Kondisi fisik Kim Jong-un dinilai masih relatif stabil, yang dibuktikan dengan kemampuannya menaiki tangga tanpa kesulitan saat melakukan inspeksi terhadap kapal perang baru-baru ini. Selain itu, ada tim medis khusus yang melakukan pengawasan kesehatan Kim secara ketat selama 24 jam.

Kemunculan Perdana Tepis Teori 'Pemeran Pengganti'

Untuk menanggapi teori mengenai pendarahan otak dan isu kematian yang beredar, media pemerintah Korea Utara (KCNA) dengan cepat merilis foto-foto terbaru Kim Jong-un. Dalam foto tersebut, Kim terlihat menghadiri pameran produk baru di Pyongyang bersama istrinya, Ri Sol-ju, dan putrinya, Kim Ju-ae.

Berbeda dengan tahun 2014 dan 2020 ketika Korea Utara cenderung tidak mengeluarkan foto Kim Jong-un selama berhari-hari saat isu kesehatan muncul, kali ini dokumentasi kemunculannya langsung dipublikasikan. Meskipun demikian, netizen di media sosial tetap berspekulasi dan menuduh bahwa foto-foto tersebut mungkin hanya rekayasa atau menggunakan pemeran pengganti. Namun, NIS memastikan bahwa situasi politik di Korea Utara tetap stabil dan tidak ada pergeseran kekuasaan kepada Kim Yo-jong.

Artikel Terkait