Ekonomi

Kolaborasi Strategis RANS dan Mayora untuk Pengembangan Bisnis Hiburan

PT RANS Entertainment Indonesia Tbk dan PT Mayora Indah Tbk menjalin kerja sama baru dalam pengembangan properti intelektual dan bisnis hiburan, dengan fokus pada kegiatan hiburan dan pemberdayaan eko...

J
Jarot Kusna
10 August 2026 24 pembaca
Nur Hana Putri Nabila
Nur Hana Putri Nabila

Perusahaan yang dimiliki oleh pasangan selebriti Nagita Slavina dan Raffi Ahmad, yaitu PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR), baru-baru ini meluncurkan inisiatif korporasi baru. RANS berkolaborasi dengan Mayora untuk mengembangkan properti intelektual (IP) serta bisnis hiburan yang mencakup berbagai aktivitas seperti live entertainment, musik, festival, dan pengalaman keluarga.

Inisiatif RANS Carnival dan Cipungland

Salah satu bentuk kerja sama ini adalah melalui RANS Carnival dan Cipungland yang berlokasi di Lombok. RANS Carnival menawarkan konsep pertunjukan musik, aktivitas komunitas, dan hiburan, serta melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif lokal. Di sisi lain, Cipungland dirancang sebagai wahana bermain dan edukasi bagi keluarga. RANS berharap inisiatif baru di Lombok ini dapat membuka peluang bagi pelaku usaha dan pekerja kreatif setempat, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah tersebut.

Kesamaan Visi antara RANS dan Mayora

Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, menjelaskan bahwa kerja sama dengan Mayora didasarkan pada kesamaan karakter bisnis kedua perusahaan. RANS telah lama mengembangkan bisnis di sektor hiburan dengan menjangkau masyarakat luas melalui berbagai kegiatan. Sementara itu, Mayora berfokus pada sektor barang konsumsi yang cepat habis (FMCG) dengan produk yang relevan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Nagita menekankan bahwa kesamaan dalam menjangkau masyarakat menjadi salah satu pilar pengembangan kerja sama antara RANS dan Mayora.

“Sebagai salah satu brand partner pertama sejak awal RANS berdiri, Mayora senantiasa hadir mendampingi RANS dalam berbagai langkah di seluruh Indonesia,” ungkap Nagita di Jakarta.

Ricky Afrianto, Global Marketing Director Mayora Group, menyatakan bahwa kemitraan antara Mayora dan RANS telah dimulai sejak tahun 2019. Ia menambahkan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk menjangkau keluarga Indonesia. Ricky menjelaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya memperkuat merek produk Mayora, tetapi juga mengintegrasikan perusahaan dalam industri kreatif dan kegiatan ekonomi di berbagai daerah.

Dalam kolaborasi ini, RANS dan Mayora juga didukung oleh LINK Group International sebagai mitra di bidang pemasaran dan jaringan media. Ricky menilai bahwa keterlibatan LINK Group International merupakan bagian penting dari kolaborasi yang telah terjalin secara konsisten antara RANS dan Mayora di industri kreatif nasional.

Irsan Yapto, Group CEO LINK Group International, mengungkapkan bahwa LINK Group telah hadir sejak awal dan menyaksikan transformasi RANS menjadi pemain strategis di industri kreatif Indonesia. Sebagai agensi pemasaran dan jaringan media independen, peran LINK Group adalah menyelaraskan strategi pemasaran dan komunikasi antara RANS dan Mayora. “Sehingga cerita kemitraan ini, yang telah konsisten terjalin sejak 2019, dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan memberikan dampak yang semakin nyata,” jelas Irsan.

PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) juga baru saja mencatatkan saham perdananya melalui aksi penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Jumat, 10 Juli. Dengan demikian, RANS menjadi emiten ketujuh yang melantai di BEI sepanjang tahun 2026. Dalam aksi IPO ini, RANS menawarkan hingga 2,52 miliar saham baru yang setara dengan 20,02% dari modal yang ditempatkan dan disetor setelah IPO, dengan harga tertinggi ditetapkan sebesar Rp 170 per saham, sehingga berhasil menghimpun dana segar mencapai Rp 429,25 miliar.

RANS berencana menggunakan dana yang diperoleh dari IPO untuk berbagai kebutuhan strategis perusahaan. Sebagian dana, sekitar 6,98%, akan digunakan untuk pelunasan pinjaman kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Selain itu, sekitar 18,64% akan dialokasikan untuk belanja modal pembangunan wahana bermain dan edukasi Cipungland, yang merupakan salah satu proyek pengembangan bisnis. Porsi terbesar, yaitu sekitar 37,61%, akan digunakan sebagai modal kerja untuk penyelenggaraan konser yang menghadirkan artis lokal dan internasional di berbagai kota di Indonesia. Sekitar 8,15% dari dana IPO juga akan digunakan untuk mendirikan perusahaan patungan dengan PT Feedloop Global Teknologi dalam rangka pengembangan bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI). Sementara itu, sekitar 19,80% akan dialokasikan untuk mengakuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina). Sisa dana yang ada akan disetorkan sebagai tambahan modal kepada anak perusahaan RNS untuk mendukung pengembangan usaha serta memperluas jaringan bisnis perusahaan.

Artikel Terkait