Kesehatan

Kontroversi Asal Usul COVID-19 Kembali Mengemuka, Fauci Pilih Bungkam di Sidang Senat AS

Anthony Fauci, mantan pejabat kesehatan senior AS, kembali menjadi perhatian setelah tidak menjawab banyak pertanyaan dalam sidang Senat mengenai asal usul COVID-19, yang dikaitkan dengan teori keboco...

J
Jaya Abdi
30 July 2026 22 pembaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/subjob)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/subjob)

Jakarta - Anthony Fauci, yang sebelumnya menjabat sebagai pejabat kesehatan senior di Amerika Serikat, kembali menjadi sorotan publik setelah memilih untuk tidak menjawab berbagai pertanyaan dalam sidang Senat AS. Keputusan Fauci untuk bungkam ini langsung dikaitkan dengan kontroversi lama mengenai teori kebocoran laboratorium sebagai sumber COVID-19.

Dalam konteks politik di AS, sikap tidak menjawab atau menggunakan hak untuk menolak menjawab pertanyaan sering kali diambil oleh tokoh-tokoh terkenal untuk menghindari risiko yang mungkin timbul dari jawaban mereka. Dalam sidang tersebut, Fauci mengacu pada haknya berdasarkan Amandemen Kelima Konstitusi AS, yang memungkinkannya untuk tidak memberikan kesaksian yang bisa digunakan melawan dirinya. Ia menyatakan kekhawatirannya bahwa Partai Republik dapat memanfaatkan kesaksiannya untuk menuduhnya melakukan sumpah palsu.

“Meskipun hal ini menyakitkan bagi saya karena rasa hormat saya kepada cabang legislatif pemerintah... atas saran pengacara saya, saya akan menggunakan hak saya berdasarkan Amandemen Kelima konstitusi untuk menahan diri dari menjawab pertanyaan Anda,” ungkap Fauci, yang juga merupakan mantan Direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), dalam sidang yang berlangsung pada hari Rabu.

Teori Kebocoran Laboratorium dan Respons Gedung Putih

Di tengah kontroversi ini, akun resmi Gedung Putih di Twitter memposting informasi mengenai situs Lab Leak 'The True Origins of COVID-19', yang membuat banyak warganet mengaitkan postingan tersebut dengan sidang yang dihadiri oleh Fauci. Kontroversi ini berakar dari fakta bahwa NIAID, di bawah kepemimpinan Fauci selama pandemi, pernah memberikan hibah penelitian kepada EcoHealth Alliance, yang diketahui bekerja sama dengan Wuhan Institute of Virology (WIV) dalam penelitian terkait virus corona pada kelelawar. Hal ini memunculkan tudingan bahwa dana pemerintah AS secara tidak langsung mendukung penelitian di Wuhan yang diduga berkaitan dengan munculnya SARS-CoV-2.

Klaim Asal Usul COVID-19 Menurut Gedung Putih

Menurut informasi yang dirilis oleh Gedung Putih, hingga saat ini, asal usul COVID-19 masih menjadi salah satu pertanyaan ilmiah terbesar pasca-pandemi. Pihak Gedung Putih mengemukakan beberapa klaim terkait asal-usul virus tersebut, antara lain: pertama, virus ini memiliki karakteristik biologis yang tidak ditemukan di alam. Kedua, data menunjukkan bahwa semua kasus COVID-19 berasal dari satu penularan ke manusia, berbeda dengan pandemi sebelumnya yang melibatkan beberapa peristiwa penularan silang. Ketiga, Wuhan merupakan lokasi laboratorium penelitian SARS terkemuka di China yang memiliki sejarah melakukan penelitian dengan tingkat keamanan hayati yang tidak memadai. Keempat, beberapa peneliti di Wuhan Institute of Virology mengalami gejala mirip COVID pada musim gugur tahun 2019, beberapa bulan sebelum COVID-19 terdeteksi di pasar basah. Kelima, hampir semua ukuran ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa jika ada bukti asal usul alami, bukti tersebut seharusnya sudah muncul, namun kenyataannya tidak.

(dpy/kna)

Artikel Terkait