Ekonomi

Laba PT Vale Indonesia Meningkat Signifikan Hingga September 2026

PT Vale Indonesia Tbk mencatatkan laba bersih yang melonjak hingga 183% pada periode Januari-September 2026, mencapai US$ 147 juta. Kinerja ini didorong oleh peningkatan operasional dan penjualan biji...

D
Dinda Mughni
31 October 2026 8 pembaca
Muhamad Fajar Riyandanu
Muhamad Fajar Riyandanu

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melaporkan laba bersih sebesar US$ 147 juta selama periode Januari hingga September 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan sebesar 183% dibandingkan dengan tahun lalu yang tercatat sebesar US$ 52 juta. Dalam keterangan resmi perusahaan, mereka menyatakan bahwa pencapaian ini mencerminkan kinerja operasional yang lebih baik serta fundamental bisnis yang semakin kuat.

Kinerja Kuartal III dan Produksi Nikel

Pada kuartal ketiga tahun 2026, Vale Indonesia mencatatkan laba bersih sebesar US$ 43 juta meskipun harga nikel mengalami penurunan dibandingkan kuartal sebelumnya. Produksi nikel matte mencapai 18.341 metrik ton pada kuartal ini, meningkat dari 16.153 metrik ton pada periode yang sama tahun lalu. Total produksi nikel matte selama sembilan bulan pertama tahun 2026 mencapai 48.114 metrik ton, meskipun lebih rendah dibandingkan 54.975 metrik ton pada tahun sebelumnya.

Dari sisi penjualan, Vale Indonesia berhasil mengirimkan nikel matte sebanyak 20.158 ton pada kuartal III 2026, yang merupakan peningkatan dari 13.932 ton pada kuartal sebelumnya. Selain itu, perusahaan juga memperluas sumber pendapatan melalui penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi dan Pomalaa. Pada kuartal III 2026, Blok Bahodopi mencatatkan penjualan bijih nikel sebesar 415.000 wet metric tons (wmt), dengan total penjualan mencapai 2.375.759 wmt sepanjang Januari-September 2026. Sementara itu, Blok Pomalaa membukukan penjualan bijih nikel sebesar 1.314.358 wmt pada kuartal III 2026, meningkat dari 495.601 wmt pada kuartal sebelumnya, sehingga total penjualan mencapai 1.898.943 wmt selama sembilan bulan pertama 2026.

Harga dan Pendapatan Perusahaan

Dari segi harga, rata-rata harga realisasi nikel matte yang dicatatkan oleh Vale Indonesia pada kuartal III 2026 adalah US$ 14.053 per ton, mengalami penurunan dari US$ 14.765 per ton pada kuartal sebelumnya. Penurunan harga ini berdampak pada kinerja pendapatan perusahaan, yang mencatatkan pendapatan sebesar US$ 353 juta pada kuartal III 2026, meningkat dibandingkan dengan US$ 290 juta pada kuartal sebelumnya. Secara kumulatif, pendapatan perusahaan mencapai US$ 896 juta selama periode Januari-September 2026, naik 27% dibandingkan tahun lalu.

Vale Indonesia menjelaskan bahwa kenaikan pendapatan ini terutama didorong oleh volume pengiriman nikel matte yang lebih tinggi serta kontribusi yang terus meningkat dari penjualan bijih nikel di operasi Bahodopi dan Pomalaa. Dalam hal biaya operasional, perusahaan mencatatkan biaya tunai penjualan nikel matte sebesar US$ 10.404 per ton pada kuartal III 2026, yang meningkat dari US$ 10.005 per ton pada kuartal sebelumnya.

Perusahaan juga melaksanakan belanja modal sekitar US$ 95 juta selama kuartal III 2026, yang digunakan untuk mendukung kelangsungan operasional dan mempercepat pengembangan proyek-proyek strategis. Dari sisi likuiditas, Vale Indonesia memiliki kas dan setara kas sebesar US$ 247 juta per 30 September 2026, meningkat dibandingkan dengan posisi akhir Juni 2026 yang tercatat sebesar US$ 111 juta.

Artikel Terkait