Wall Street, bursa saham di Amerika Serikat, ditutup dengan kenaikan pada perdagangan hari Selasa, 5 Agustus. Kenaikan ini didorong oleh musim laporan keuangan yang menunjukkan hasil lebih baik dari yang diperkirakan serta penurunan harga minyak dunia yang mengurangi kekhawatiran di pasar.
Indeks S&P 500 mengalami peningkatan sebesar 1,79% dan mencapai level 7.736,52, mencatatkan rekor penutupan baru. Dow Jones Industrial Average juga melonjak 907,47 poin atau 1,71%, berakhir di angka 54.085,88. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite melesat 2,59% menjadi 26.584,99.
Kinerja Saham Teknologi yang Meningkat
Kenaikan yang terjadi di Wall Street dipimpin oleh sektor teknologi. Indeks sektor ini naik sekitar 4%, didorong oleh lonjakan saham Palantir Technologies yang meningkat hingga 29% setelah perusahaan tersebut melaporkan kinerja kuartal kedua yang melampaui ekspektasi analis. CEO Palantir, Alex Karp, menyatakan bahwa hasil positif ini didorong oleh tingginya permintaan untuk teknologi kecerdasan buatan (AI).
Optimisme di sektor teknologi juga membawa dampak positif bagi saham produsen chip. Micron Technology mengalami kenaikan lebih dari 7%, sedangkan Marvell Technology melonjak hampir 13% setelah sebelumnya mengalami tekanan sepanjang bulan Juli. Di luar sektor teknologi, saham di sektor keuangan naik 0,9%, dengan Goldman Sachs memimpin kenaikan lebih dari 2%. Sektor industri dan material masing-masing mencatatkan kenaikan hampir 2%.
Sentimen Positif dari Pasar Energi
Saham Caterpillar menjadi pendorong utama indeks Dow Jones setelah perusahaan itu mengumumkan laba kuartal kedua yang lebih tinggi dari ekspektasi analis dan meningkatkan proyeksi pertumbuhan pendapatan untuk tahun ini. Perusahaan juga mencatat bahwa permintaan untuk alat berat meningkat seiring dengan pesatnya pembangunan pusat data AI di Amerika Serikat. Selain itu, beban tarif impor diharapkan berada di batas bawah dari proyeksi sebelumnya.
Sentimen positif juga datang dari pasar energi, di mana harga minyak mentah mengalami penurunan signifikan setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, menyatakan bahwa pemerintah sedang bernegosiasi dengan Iran dan melihat peluang untuk mencapai kesepakatan dalam waktu dekat untuk membuka kembali Selat Hormuz serta meredakan ketegangan di kawasan tersebut. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 5,69% menjadi US$ 75,77 per barel, sementara minyak Brent turun 5,26% menjadi US$ 79,36 per barel.
Musim laporan keuangan terus memberikan dukungan bagi optimisme investor. Menurut data dari FactSet, lebih dari 84% emiten yang tergabung dalam S&P 500 yang telah merilis laporan keuangan menunjukkan laba di atas ekspektasi pasar. Thierry Wizman, seorang strategis dari Global FX & Rates Macquarie Group, mengatakan bahwa reli pasar dalam beberapa hari terakhir mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi dan sektor teknologi. Ia menambahkan bahwa kekhawatiran mengenai belanja besar perusahaan teknologi untuk pembangunan pusat data AI yang dapat menekan arus kas mulai mereda, karena kinerja keuangan emiten sejauh ini tetap kuat.