Kesehatan

Mengapa Jantung Terkadang Berdetak Kuat Setelah Terhenti Sejenak? Simak Penjelasan Dokter

Banyak orang mengalami sensasi jantung yang seolah berhenti sejenak, diikuti oleh detakan yang lebih kuat. Apa sebenarnya penyebabnya? Simak penjelasan dari seorang ahli.

A
Ananta Prana
10 August 2026 21 pembaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Mvltcelik)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Mvltcelik)

Jakarta - Apakah Anda pernah merasakan jantung tiba-tiba berhenti sejenak dan kemudian disusul oleh satu detakan yang lebih kuat? Banyak orang menyebutnya sebagai 'jantung loncat satu detak'. Namun, apakah kondisi ini normal? Menurut dr. Simon Salim, SpPD-KKV, seorang spesialis penyakit dalam dengan subspesialisasi kardiovaskular dari Brawijaya Hospital, fenomena ini dikenal sebagai aritmia PVC (Premature Ventricular Contraction) atau irama prematur.

“Sebenarnya (detak jantung) lebih prematur, lebih dini. Munculnya lebih duluan. Karena dia muncul lebih dulu, maka setelah dia muncul, ada pause,” ungkap dr. Simon saat ditemui setelah acara detikSore, pada Senin (10/8/2026).

Penjelasan Mengenai Aritmia PVC

Dr. Simon menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena satu detakan jantung datang lebih awal dibandingkan detakan yang normal. “Karena dia datangnya lebih dulu, dari detak jantung yang reguler ada satu yang datangnya lebih awal. Karena dia datang lebih awal, otomatis dia jadi skip yang (detakan) berikutnya,” tambahnya.

Pentingnya Pemeriksaan EKG

Ketika ditanya apakah kondisi ini tergolong normal atau justru berbahaya, dr. Simon menekankan perlunya pemeriksaan lebih lanjut, minimal dengan menggunakan EKG (Elektrokardiogram). “Karena kalau kita nggak tahu dia sehari berapa persen, kita nggak tahu dia hanya terasa tapi nggak berbahaya, atau dia potensi berbahaya,” jelasnya. “Pemeriksaan paling minimal EKG yang 24 jam,” tutupnya.

Artikel Terkait