Jakarta - Angka kasus kanker di kalangan usia muda terus menunjukkan tren peningkatan di berbagai negara. Peneliti baru-baru ini mengidentifikasi salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap tingginya risiko kanker pada generasi muda, termasuk Gen Z, yaitu penuaan sistemik yang terjadi lebih cepat dibandingkan dengan usia biologis seseorang.
Dalam studi terbaru, peneliti menemukan bahwa individu yang mengalami penuaan biologis lebih cepat memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengembangkan kanker pada usia muda (early-onset cancer). Hubungan ini tetap terlihat meskipun telah mempertimbangkan faktor genetik bawaan serta kecenderungan genetik yang berhubungan dengan penuaan yang lebih cepat. Ini menunjukkan bahwa risiko kanker tidak hanya dipengaruhi oleh faktor keturunan, tetapi juga oleh proses penuaan biologis yang berlangsung lebih cepat dalam tubuh.
Penuaan Organ Terkait Kanker Tertentu
Penelitian ini juga mengungkap bahwa penuaan tidak terjadi secara merata di seluruh tubuh. Beberapa organ yang mengalami penuaan lebih cepat ternyata berhubungan dengan jenis kanker tertentu. Peneliti menemukan bahwa:
- Penuaan yang lebih cepat pada sistem kekebalan tubuh berkaitan dengan peningkatan risiko kanker paru yang muncul pada usia muda.
- Penuaan yang lebih cepat pada jaringan lemak (adiposa) berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker kolorektal pada usia muda.
Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan biologis pada organ tertentu dapat menjadi indikator awal munculnya kanker.
Mencari Penyebab Peningkatan Kanker di Usia Muda
Studi ini merupakan bagian dari program Cancer Grand Challenges, sebuah inisiatif penelitian internasional yang didirikan oleh Cancer Research UK dan National Cancer Institute. Direktur dari Cancer Grand Challenges, David Scott, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada jawaban pasti mengenai penyebab meningkatnya kasus kanker di kalangan usia muda di seluruh dunia.
"Saat ini, kita belum memiliki jawaban pasti mengenai apa yang menyebabkan peningkatan kanker usia muda di seluruh dunia. Namun, penelitian seperti ini membantu menyusun gambaran yang lebih besar, bahwa kanker mungkin dipengaruhi bukan hanya oleh perubahan dalam sel, tetapi juga oleh perubahan yang terjadi pada tubuh secara keseluruhan," ujarnya.
Ke depan, Cao dan timnya berencana untuk menyelidiki bagaimana perubahan lingkungan, pola hidup, dan faktor sosial dapat meninggalkan jejak biologis pada tubuh, termasuk mempercepat proses penuaan. Para peneliti berharap temuan ini dapat membantu menjelaskan mengapa kanker semakin sering menyerang generasi muda. Selain itu, hasil penelitian diharapkan memungkinkan dokter untuk lebih awal mengidentifikasi kelompok yang berisiko tinggi, sehingga pencegahan dapat dilakukan sebelum kanker berkembang.
Pendekatan ini diharapkan dapat mengubah fokus penanganan kanker dari sekadar pengobatan penyakit menjadi pencegahan sebelum penyakit tersebut muncul.