Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan bahwa Presiden Prabowo Subianto belum memiliki rencana untuk melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih. Menurutnya, evaluasi terhadap para menteri memang terus dilakukan, tetapi tidak selalu berujung pada pergantian pejabat.
“Belum ada reshuffle,” ucap Prasetyo saat berada di Istana Negara pada Selasa (21/7). Ia menjelaskan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan proses rutin untuk memastikan seluruh program prioritas pemerintah berjalan sesuai target.
Prabowo disebut ingin agar seluruh kementerian bekerja cepat, memiliki tata kelola yang baik, serta mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. “Monitoring, pengawasan, evaluasi itu dalam konteks untuk memastikan program-program di setiap kementerian dijalankan dengan benar, dijalankan dengan cepat, dijalankan dengan tata kelola yang baik,” jelasnya.
Politikus senior Partai Gerindra itu menegaskan bahwa publik tidak perlu mengartikan evaluasi kabinet sebagai sinyal akan segera dilakukan reshuffle. “Evaluasi itu tidak selalu makna dari evaluasi adalah selalu berujung terjadinya pergantian atau reshuffle,” kata dia.
Pemerintah saat ini lebih fokus mendorong percepatan pelaksanaan berbagai program prioritas yang telah dievaluasi dalam Sidang Kabinet Paripurna semester pertama 2026 yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.