Jakarta - Timnas Norwegia menunjukkan performa yang mengesankan di Piala Dunia 2026, dengan kontribusi signifikan dari Erling Haaland. Penyerang yang memiliki tinggi 195 cm ini telah mencetak lima gol dan sering kali membuat pertahanan lawan kesulitan. Keunggulannya tidak hanya terletak pada naluri mencetak gol yang tajam, tetapi juga pada postur tubuhnya yang besar dan kuat, membuatnya sulit untuk dihentikan.
Namun, bagaimana Haaland bisa memiliki fisik yang demikian? Apakah benar bahwa posturnya dipengaruhi oleh DNA bangsa Viking?
Perjalanan Fisik Haaland Sejak Kecil
Menurut informasi yang dilansir dari The Sun, saat masih bayi, Haaland dikenal sebagai anak yang kecil dan kurus. Ia berusaha keras selama bertahun-tahun untuk tumbuh menjadi lebih besar dan berisi. Sebelum setiap pertandingan kandang, Haaland mengonsumsi lasagna buatan ayahnya, serta melahap jantung dan hati sapi. Ia juga meminum susu yang dicampur dengan kale, yang ia sebut sebagai 'ramuan ajaib', untuk mempertahankan dietnya yang mencapai 6.000 kalori per hari.
Haaland menghabiskan waktu berjam-jam di gym setiap hari untuk membentuk otot perutnya, sehingga ia mendapatkan julukan The Terminator. Usahanya membuahkan hasil, karena banyak pemain bertahan yang terjatuh ketika mencoba menjatuhkannya.
DNA Skandinavia dan Warisan Atletik
Banyak penggemar percaya bahwa tinggi badan Haaland merupakan hasil dari DNA bangsa Viking, mengingat ia adalah keturunan Skandinavia modern. Data arkeologi menunjukkan bahwa rata-rata tinggi pria Viking kuno berkisar antara 176 cm hingga hampir 190 cm, yang tergolong tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata tinggi manusia purba di belahan dunia lain pada abad ke-8 hingga ke-11. Warisan genetik ini diwariskan secara turun-temurun kepada masyarakat Skandinavia saat ini.
Penelitian dari University of Queensland dan University of Melbourne juga mengungkapkan adanya hubungan genetik yang kuat yang menjelaskan mengapa orang Nordik cenderung memiliki tubuh yang tinggi dan ramping.
Meskipun DNA Skandinavia memberikan Haaland modal awal yang baik, faktor genetik dari kedua orang tuanya juga sangat berpengaruh. Ayahnya, Alf-Inge Haaland, adalah mantan pemain Premier League yang memiliki postur tubuh yang tegap, sementara ibunya, Gry Marita Braut, adalah mantan atlet heptathlon juara nasional di Norwegia. Atlet heptathlon memerlukan kombinasi genetik yang optimal untuk kecepatan, kekuatan otot, dan daya tahan.
Namun, DNA yang baik tidak akan berfungsi maksimal tanpa lingkungan yang mendukung. Haaland dikenal sangat memperhatikan kesehatan fisiknya. Ia menerapkan diet ketat, termasuk mengonsumsi hati dan jantung sapi yang kaya zat besi, menyaring air minumnya, dan menggunakan kacamata khusus untuk melindungi dari cahaya biru sebelum tidur, demi memaksimalkan hormon pertumbuhan saat tidur.
Dengan semua usaha dan warisan genetik yang dimilikinya, tidak heran jika Haaland menjadi salah satu penyerang paling menakutkan di dunia sepak bola saat ini.