Perusahaan investasi PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) akan terlibat dalam proyek tambang besar di Kalimantan. Perseroan telah memperoleh kontrak senilai US$ 60 juta, setara dengan Rp 1,07 triliun, untuk menyediakan solusi eksplosif dalam kegiatan pertambangan di wilayah tersebut. Kontrak ini berlaku hingga tahun 2029-2030 dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dalam jangka panjang.
Kontrak tersebut akan dilaksanakan melalui PT Kemitraan MNK BME (KMB), yang merupakan anak perusahaan tidak langsung dari OKAS dan dimiliki oleh PT Multi Nitrotama Kimia (MNK). KMB mendapatkan dua kontrak untuk mendukung operasional tambang batu bara di Kalimantan. Kontrak pertama senilai sekitar US$ 11 juta bertujuan untuk mendukung kegiatan perusahaan tambang internasional di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, di mana KMB akan berperan sebagai penyedia jasa eksplosif setelah menjalin kerja sama sebelumnya dengan klien yang sama.
Perpanjangan Kerja Sama di Kalimantan Selatan
Kontrak kedua adalah perpanjangan kerja sama yang bernilai sekitar US$ 49 juta dengan kontraktor jasa pertambangan yang mengelola salah satu tambang batu bara di Kalimantan Selatan, yang dikenal sebagai tambang batu bara terbesar ketiga di Indonesia. Manajemen OKAS menyatakan bahwa kedua kontrak ini bersifat jangka panjang hingga tahun 2029-2030, yang semakin menegaskan proyeksi pendapatan perusahaan di masa mendatang.
Direktur Utama OKAS, Ratno Paskalis Hendrawan, menyatakan bahwa keberhasilan dalam mendapatkan kedua kontrak ini menunjukkan kepercayaan pelanggan terhadap kemampuan operasional, standar keselamatan, dan kualitas layanan yang dimiliki oleh perusahaan. Dia menambahkan bahwa kontrak tersebut tidak hanya memperkuat posisi Ancora sebagai penyedia solusi eksplosif di Indonesia, tetapi juga memberikan visibilitas pendapatan hingga tahun 2030.
Identitas Pelanggan Masih Menjadi Tanda Tanya
"Kami akan terus berkomitmen untuk menyediakan solusi eksplosif yang aman, andal, dan bernilai tambah bagi pelanggan, serta menciptakan pertumbuhan berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham," ungkap Ratno. Berdasarkan informasi yang diperoleh, salah satu tambang batu bara terbesar di Kalimantan Selatan dioperasikan oleh PT Adaro Indonesia, yang merupakan anak perusahaan dari PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), milik konglomerat Garibaldi Thohir alias Boy Thohir. Wilayah operasi utama tambang ini terletak di Kabupaten Tabalong dan Balangan. Namun, OKAS belum mengungkapkan secara jelas identitas pelanggan dalam keterbukaan informasi yang disampaikan.
Hingga berita ini disusun, pihak OKAS belum memberikan tanggapan setelah dihubungi. Sementara itu, harga saham OKAS mengalami lonjakan signifikan. Berdasarkan data bursa pada Jumat (7/8), harga saham emiten ini meningkat 7,56% menjadi Rp 128, dan mengalami kenaikan sebesar 24% dalam sebulan terakhir.