Ekonomi

Pameran Danantara Housing Expo 2026 Tawarkan 98 Proyek Perumahan BUMN Senilai Rp 9,79 Triliun

Danantara Housing Expo 2026 yang diselenggarakan oleh BPI Danantara Indonesia menghadirkan 98 proyek perumahan dari BUMN dengan total nilai inventori mencapai Rp 9,79 triliun, bertujuan untuk mendukun...

E
Eko Prasetyo
27 August 2026 14 pembaca
Nur Hana Putri Nabila
Nur Hana Putri Nabila

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, yang dikenal sebagai BPI Danantara Indonesia, menyelenggarakan Danantara Housing Expo 2026. Pameran ini bertujuan untuk mendukung Program 3 Juta Rumah dan menyediakan hunian dengan harga yang bersaing. Acara ini berlangsung dari tanggal 27 hingga 30 Agustus 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, dan melibatkan kolaborasi dengan pengembang properti serta Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Mengacu pada data dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2026, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa sekitar 9,29 juta rumah tangga di Indonesia belum memiliki rumah. Selain itu, terdapat sekitar 18 juta rumah tangga yang tinggal di hunian yang tidak memenuhi standar kelayakan. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan tempat tinggal masih menjadi masalah penting yang harus diatasi. Ia menegaskan bahwa Danantara akan bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk mempercepat penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat.

Beragam Pilihan Proyek Perumahan

Rosan menjelaskan bahwa proyek perumahan yang ditawarkan mencakup berbagai segmen masyarakat dengan harga yang bervariasi, mulai dari sekitar Rp 120 juta hingga Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar per unit. "Lebih dari 130 developer BUMN dan swasta yang kami bagi dalam 3 zona, zona first home, family home, dan juga premium living," ungkapnya di Danantara Housing Expo 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, pada Kamis (27/8).

Dalam pameran ini, BUMN juga menampilkan 10 rumah contoh. Sebanyak 12 pengembang BUMN menawarkan sekitar 16.559 unit hunian dari 98 proyek yang tersebar di 23 provinsi, dengan total nilai inventori mencapai Rp 9,79 triliun. Dari jumlah tersebut, 6.611 unit ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sementara 9.948 unit lainnya untuk segmen non-MBR.

Skema Pembiayaan yang Menarik

Rosan juga menyampaikan bahwa pameran ini menawarkan skema pembiayaan dari bank-bank Himbara. Masyarakat dapat mengakses pembiayaan dengan uang muka mulai dari 1% dan bunga mulai dari 2,75% per tahun dengan skema tetap pada periode awal. Himbara juga menyediakan tenor kredit yang lebih panjang, yang dapat mencapai 30 hingga 40 tahun, dibandingkan dengan pembiayaan perumahan yang umumnya memiliki tenor 10 hingga 15 tahun. "Dan yang paling penting ini juga bebas biaya administrasi, provisi dan appraisal," tambahnya.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan dukungan pembiayaan melalui kredit program perumahan sebesar Rp 50 triliun pada tahun ini. Bank Indonesia juga memberikan dukungan dengan pelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM) dari 5% menjadi 4%, yang memberikan tambahan likuiditas sekitar Rp 80 triliun. Ia menyebutkan bahwa dukungan ini mendorong peningkatan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari sekitar 220 ribu rumah per tahun menjadi 350 ribu unit pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Maruarar menambahkan bahwa hasil kebijakan tersebut mulai dirasakan oleh masyarakat. Pada 30 Juli, pemerintah melaksanakan akad massal untuk 62.710 unit rumah subsidi yang tersebar di 36 provinsi dan 372 kabupaten kota. Pada saat yang sama, KUR Perumahan senilai Rp 880 miliar disalurkan kepada 7.100 debitur. Ia menekankan bahwa pemerintah terus mendorong skema pembiayaan yang kompetitif dan terjangkau melalui sinergi bank-bank Himbara serta lembaga keuangan lainnya di bawah ekosistem BUMN.

Sejalan dengan upaya tersebut, pemerintah melalui bank-bank Himbara, termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI), memberikan berbagai stimulus di sektor properti. Dalam Danantara Housing Expo 2026, BSI juga menyiapkan berbagai promo menarik bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah atau properti lainnya, seperti special price BSI Griya mulai dari 2,75%, BSI Emas atau BSI Tabungan Haji hingga Rp 5 juta, serta promo cicilan 0% untuk pembelian Vespa selama 36 bulan.

Salah satu pembiayaan BSI adalah skema angsuran tetap hingga jangka waktu pembiayaan. Hingga Juni 2026, pembiayaan BSI Griya mencapai Rp 61,22 triliun atau total penjualan lebih dari 20 ribu unit rumah dalam setahun. Wakil Direktur Utama BSI, Bob T Ananta, menegaskan bahwa bank syariah tersebut berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan industri perumahan di Indonesia dan memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan hunian sesuai prinsip syariah. "Kami mendukung pertumbuhan industri perumahan di Tanah Air. Saat ini BSI menjalin kerja sama dengan lebih dari 3.500 rekanan developer yang bisa menyediakan properti bagi nasabah sesuai kemampuan," ujarnya.

Artikel Terkait