PT Pegadaian (Persero) mengungkapkan pandangannya terkait rencana untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pernyataan ini muncul setelah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengumumkan bahwa mereka sedang mempersiapkan gelombang IPO untuk sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di pasar modal Indonesia.
Sekretaris Perusahaan Pegadaian, Dwi Hadi Atmaka, menyatakan bahwa perusahaan menghargai setiap arahan dari para pemangku kepentingan mengenai perkembangan BUMN ke depan. Ia menjelaskan bahwa saat ini Pegadaian masih fokus pada penguatan fundamental bisnis, melanjutkan proses transformasi perusahaan, serta menciptakan nilai yang berkelanjutan. Mengenai kemungkinan aksi korporasi di masa mendatang, Dwi menegaskan bahwa perusahaan akan mengikuti dan mendukung kebijakan yang ditetapkan oleh pemegang saham. “Dan akan menyampaikan informasi secara resmi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Strategi Danantara untuk Memperkuat Pasar Modal
Chief Operating Officer (COO) Danantara yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, menjelaskan bahwa rencana IPO ini merupakan bagian dari strategi untuk menciptakan nilai dan memperdalam pasar modal Indonesia. Dony menekankan bahwa semakin banyak perusahaan besar yang terdaftar di bursa, maka akan semakin besar pula kapitalisasi pasar dan pilihan investasi bagi para investor. Selain Pegadaian, terdapat banyak BUMN lain yang juga berpotensi untuk melantai di BEI, seperti PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, dan PT Angkasa Pura Indonesia. “Banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memang itu secara market cap bagus untuk kita IPO-kan nanti,” ungkap Dony setelah pertemuannya dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.
Kinerja Keuangan Pegadaian yang Meningkat
Dony menjelaskan bahwa agenda IPO merupakan salah satu tahapan dalam roadmap transformasi Danantara selama lima tahun ke depan. Pada tahun pertama, Danantara akan fokus pada konsolidasi dan restrukturisasi lebih dari 1.000 perusahaan yang berada di bawah pengelolaannya. Jika melihat kinerja keuangan Pegadaian hingga semester pertama 2026, perusahaan ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp 6,59 triliun, meningkat 84,4% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai Rp 3,58 triliun.
Total aset Pegadaian kini mencapai Rp 186,33 triliun, mengalami kenaikan 53,9% dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 121,1 triliun. Pertumbuhan aset ini didorong oleh pencapaian outstanding loan (OSL) gross yang melonjak menjadi Rp 155,1 triliun, naik 52,7% dari capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp 101,5 triliun. Kinerja ini juga sejalan dengan kualitas pembiayaan yang semakin sehat dan prudent, yang terlihat dari penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) yang signifikan dari 0,81% pada 30 Juni 2025 menjadi 0,71% pada 30 Juni 2026.
Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id. Nikmati pengalaman membaca yang lebih nyaman dan fitur menarik lainnya melalui aplikasi mobile Katadata.