Ekonomi

Pelemahan Rupiah Dinilai Berpotensi Meningkatkan Daya Saing Ekspor

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa pelemahan rupiah dapat memberikan dampak positif bagi daya saing ekspor Indonesia. Pemerintah terus memantau pergerakan...

E
Eira Orelia
28 October 2026 5 pembaca
Ade Rosman
Ade Rosman

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah tidak selalu berdampak negatif. Ia menilai bahwa depresiasi mata uang Indonesia ini bisa memberikan keuntungan dalam meningkatkan daya saing ekspor. "Kalau buat ekspor menambah daya saing," ungkap Airlangga kepada wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada Selasa (27/10).

Sementara itu, ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah. Berdasarkan data dari Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup pada angka 18.156 per US$ pada penutupan hari Selasa tersebut. "Nanti dimonitor. Bank Indonesia juga terus monitor," tambahnya.

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar ini menunjukkan pelemahan sebesar 19 poin atau 0,10% dibandingkan dengan pembukaan pagi yang tercatat di 18.137 per US$. Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, sebelumnya juga memastikan bahwa bank sentral selalu memantau pergerakan nilai tukar rupiah yang saat ini mengalami volatilitas akibat kondisi global. "Kami tetap ada di pasar. Ini tergantung supply-demand hari ini. Kami monitor pergerakannya," jelas Destry kepada wartawan di hotel Fairmont, Jakarta, pada Senin (26/10).

Destry menilai bahwa nilai tukar rupiah yang menembus angka 18.100 per US$ merupakan pergerakan yang wajar. Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pekan lalu mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan nilai tukar rupiah melemah dan menembus lebih dari 18.000 per dolar AS. Salah satu penyebabnya adalah volatilitas tinggi di pasar global, termasuk inflasi di Amerika Serikat yang masih berada di atas target serta prospek suku bunga yang tinggi dalam waktu yang lebih lama.

Tantangan bagi Rupiah

Destry juga menyebutkan bahwa perkembangan kebijakan suku bunga dari bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), menjadi tantangan tersendiri bagi nilai tukar rupiah. "Sehingga itu menjadi salah satu tantangan buat rupiah kita," kata Destry dalam konferensi pers setelah rapat terbatas ekonomi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (19/10).

Ia mengklaim bahwa bank sentral dapat mengantisipasi berbagai kondisi yang dapat menekan nilai tukar rupiah. Destry juga menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah meminta agar upaya menjaga stabilitas mata uang garuda terus dilakukan. Langkah-langkah yang diambil BI untuk menjaga stabilitas rupiah mencakup penggunaan berbagai instrumen kebijakan, mulai dari intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi spot dan non-deliverable forward (NDF), hingga pemberian insentif untuk biaya lindung nilai atau hedging.

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id. Dapatkan pengalaman membaca yang lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya melalui aplikasi mobile Katadata.

Artikel Terkait