Dua emiten yang tergabung dalam Grup MAP, yaitu PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan anak perusahaannya, PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), melaporkan hasil kinerja yang menggembirakan hingga kuartal ketiga tahun ini. Hal ini terjadi setelah grup tersebut melakukan akuisisi terhadap perusahaan ritel asal Inggris, Sports Direct, di Malaysia dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,5 triliun pada bulan Juli. Laba bersih yang diperoleh kedua perusahaan tercatat mengalami kenaikan yang signifikan.
MAPI melaporkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 1,72 triliun, meningkat sebesar 25,54% dibandingkan dengan laba bersih yang diperoleh pada periode yang sama tahun lalu, yang sebesar Rp 1,37 triliun. Peningkatan laba ini sejalan dengan kenaikan pendapatan perusahaan yang mencapai Rp 37,43 triliun, naik dari Rp 28,84 triliun secara tahunan (year on year/yoy).
Pendapatan tersebut sebagian besar diperoleh dari penjualan eceran dan grosir yang mencapai Rp 36,1 triliun, yang masih menjadi sumber utama pendapatan perusahaan. Selain itu, terdapat juga komisi penjualan konsinyasi sebesar Rp 1,04 triliun, pendapatan dari sewa dan jasa pemeliharaan sebesar Rp 107,47 miliar, serta pendapatan lain-lain yang mencapai Rp 184 miliar. Namun, seiring dengan meningkatnya pendapatan, beban pokok pendapatan juga bertambah menjadi Rp 22,18 triliun dari Rp 17,37 triliun secara tahunan.
Catatan Kinerja dan Rencana Ke Depan
VP Investor Relations, Corporate Communications and Sustainability MAP Group, Ratih Darmawan Gianda, mengungkapkan bahwa EBITDA selama sembilan bulan pertama tahun ini tercatat sebesar Rp 6 triliun. Untuk kuartal ketiga, laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp 676 miliar dengan EBITDA mencapai Rp 2,2 triliun. “Momentum ini didukung oleh portofolio brand yang beragam dan kapabilitas multi-channel Perusahaan. Respons positif pelanggan selama periode Back-to-School dan Hari Kemerdekaan turut menegaskan bahwa produk kami tetap relevan bagi konsumen,” jelas Ratih dalam keterangan resmi.
Pada kuartal ketiga, Grup MAP juga meluncurkan kembali beberapa merek seperti Ace Hardware, Creed, dan Parfois di Indonesia. Selain itu, perusahaan memperluas jangkauan dengan mengakuisisi Sports Direct di Malaysia dan menjalin perjanjian distribusi eksklusif dengan Musinsa untuk wilayah Indonesia dan Malaysia.
Pendapatan MAPA dan Pergerakan Saham
Ratih menambahkan bahwa untuk kuartal keempat tahun ini, perusahaan akan berfokus pada upaya memberikan nilai tambah kepada pelanggan. Di tengah tantangan makroekonomi yang tidak menentu, perusahaan tetap berhati-hati dengan mengandalkan model bisnis terintegrasi sebagai landasan yang kuat untuk menghadapi masa depan. “Kami percaya bahwa keunggulan ini, didukung oleh fokus berkelanjutan pada pelaksanaan strategi, akan membantu MAP menjadi perusahaan yang semakin kuat dan memberikan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” tuturnya.
Sementara itu, anak usaha MAPA mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,44 triliun, meningkat 24,13% dibandingkan dengan laba bersih pada triwulan ketiga tahun lalu yang sebesar Rp 1,16 triliun. Pendapatan MAPA hingga September 2026 tercatat sebesar Rp 16,43 triliun, naik dari Rp 13,94 triliun secara tahunan. Beban pokok penjualan juga meningkat menjadi Rp 8,69 triliun dari Rp 7,43 triliun secara yoy.
Melihat pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, saham MAPI tercatat stagnan di level 1.325 pada sesi perdagangan I hari ini. Saham tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 13,73% sejak awal tahun. Di sisi lain, saham MAPA naik 2,52% ke level 610 pada sesi pertama, meskipun mengalami koreksi sebesar 8,96% sejak awal tahun.