Pendidikan

Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Ciptakan 97.000 Lapangan Kerja

Proyek pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II yang dilaksanakan di 100 lokasi di 32 provinsi telah menyerap sekitar 97.000 tenaga kerja, memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.

J
Jarot Kusna
26 October 2026 6 pembaca
Bangunan Sekolah Rakyat di Nganjuk, Jawa Timur. /Antara-Kementerian PU)\r\n
Bangunan Sekolah Rakyat di Nganjuk, Jawa Timur. /Antara-Kementerian PU)\r\n

Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II yang berlangsung di 100 lokasi di seluruh 32 provinsi Indonesia berhasil menyerap sekitar 97.000 tenaga kerja. Proyek infrastruktur pendidikan ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas akses pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat adalah wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai dan modern. “Yang kita bangun bukan sekadar gedung sekolah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi penerus bangsa melalui akses pendidikan yang layak dan modern. Karena itu kualitas infrastruktur tetap menjadi prioritas utama,” jelas Dody dalam keterangannya di Jakarta.

Target Kapasitas dan Manfaat Ekonomi

Kementerian PU merancang Sekolah Rakyat Tahap II untuk memiliki kapasitas total mencapai 122.000 siswa. Program ini juga merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu. Dalam pelaksanaannya, proyek ini melibatkan sekitar 97.000 tenaga kerja lokal, di mana sebagian besar pekerja direkrut dari warga desa dan kecamatan di sekitar lokasi proyek.

Dody menekankan bahwa penyerapan tenaga kerja adalah salah satu manfaat langsung dari pembangunan infrastruktur bagi masyarakat. Selain menciptakan lapangan kerja, proyek ini juga berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan keluarga para pekerja setempat.

Kolaborasi dengan TNI untuk Mempercepat Pembangunan

Selama proses pembangunan, Kementerian PU bekerja sama dengan Batalyon Teritorial Pembangunan TNI-AD untuk mempercepat penyelesaian konstruksi di wilayah tertentu. Kerja sama ini juga bertujuan untuk menjangkau daerah-daerah yang tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sehingga pembangunan fasilitas pendidikan dapat dilakukan di berbagai lokasi.

Selain menciptakan lapangan kerja, pembangunan Sekolah Rakyat juga berperan dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Kebutuhan proyek mencakup penggunaan bahan material lokal, layanan katering untuk konsumsi harian pekerja, hingga jasa transportasi. Dengan adanya aktivitas ini, manfaat ekonomi dari pembangunan tidak hanya berasal dari upah pekerja, tetapi juga dari permintaan terhadap barang dan jasa yang disediakan oleh masyarakat setempat.

Dody menambahkan bahwa manfaat dari pembangunan Sekolah Rakyat sudah dapat dirasakan sejak tahap konstruksi, bukan hanya setelah fasilitas pendidikan tersebut mulai beroperasi. Pemerintah tetap menjadikan kualitas infrastruktur sebagai prioritas utama dalam pembangunan sarana pendidikan ini.

Artikel Terkait