TANGERANG SELATAN—Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, memberikan arahan kepada peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMA untuk menerapkan strategi 3M saat mengikuti ujian. Ketiga aspek tersebut mencakup penguasaan materi, pengaturan waktu dalam pengerjaan soal, serta penguatan mental percaya diri. Arahan ini disampaikan Mu’ti saat mengawasi pelaksanaan TKA gelombang pertama di SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan, Banten, pada hari Senin.
“Pertama, dikuasai materi. Kedua, manajemen waktu. Karena sering mereka manajemen waktunya kurang bagus. Yang ketiga, mental,” ungkap Mendikdasmen Mu’ti.
Pentingnya Persiapan yang Matang
Mu’ti menekankan bahwa persiapan untuk menghadapi TKA tidak hanya cukup dengan berdoa. Para siswa diharapkan untuk belajar secara optimal, mendapatkan istirahat yang cukup, serta menyiapkan strategi dalam mengerjakan soal. Kesiapan mental juga menjadi perhatian penting, karena dapat membantu siswa dalam menjawab soal dengan tenang dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Oleh karena itu, peserta diharapkan untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin tanpa merasa terbebani oleh tuntutan hasil yang berlebihan.
TKA dan Higher-Order Thinking Skills
Mu’ti menjelaskan bahwa TKA menggunakan pendekatan keterampilan berpikir tingkat tinggi atau higher-order thinking skills (HOTS) sebagai indikator kemampuan akademik siswa. Pendekatan ini menjadi salah satu alasan pentingnya persiapan yang matang. Selain memahami materi, siswa juga perlu mengatur waktu pengerjaan agar dapat menyelesaikan soal dengan baik.
Walaupun demikian, Mu’ti mengingatkan agar peserta tidak menjadikan hasil tes sebagai beban yang berlebihan. Hasil yang tidak sesuai harapan bukan berarti kesempatan untuk berkembang telah berakhir. “Tapi, kalau nanti hasil tesnya itu tidak sebagaimana diharapkan, itu bukan hasil segalanya. Masih ada waktu untuk mereka memperbaiki dan itu juga tidak menjadi penentu kelulusan,” jelas Mu’ti.
Ia menegaskan bahwa hasil TKA bukanlah penentu kelulusan siswa. Dengan demikian, peserta masih memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan meraih hasil yang lebih baik di masa mendatang.
Peran Orang Tua dalam Mendukung Anak
Mu’ti juga mengingatkan kepada orang tua agar tidak menetapkan target yang melebihi kemampuan anak. Tekanan yang berlebihan perlu dihindari agar siswa dapat mengikuti tes dengan lebih tenang. Sebaliknya, orang tua diharapkan dapat memberikan motivasi dan menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Dukungan ini diharapkan dapat membantu peserta menjalani TKA dengan baik tanpa merasa terbebani oleh tuntutan hasil.