Ekonomi

Pemerintah Rencanakan Penciptaan 3,49 Juta Lapangan Kerja Baru pada 2027

Pemerintah menargetkan penciptaan 3,49 juta lapangan kerja baru pada tahun 2027, sebagai bagian dari Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

I
Indriani Atmaja
28 August 2026 13 pembaca
Ade Rosman
Ade Rosman

Pemerintah Indonesia menargetkan untuk menciptakan hingga 3,49 juta lapangan kerja baru pada tahun 2027. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa target ini merupakan salah satu indikator penting dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah berencana untuk menciptakan antara 2,57 juta hingga 3,49 juta lapangan kerja baru. "Angkanya 2,57 sampai 3,49 juta orang lapangan kerja," ucap Purbaya saat rapat penyampaian pokok-pokok RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Kamis (27/8).

Menurunkan Tingkat Pengangguran

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Purbaya ditanya mengenai indikator penciptaan lapangan kerja baru dalam sasaran RAPBN 2027. Target penciptaan lapangan kerja baru ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2027. Purbaya menyatakan bahwa dalam RAPBN 2027, tingkat pengangguran terbuka ditargetkan berada di kisaran 4,30% hingga 4,87%, yang lebih rendah dibandingkan dengan target tahun 2026 yang berada di kisaran 4,44% hingga 4,96%.

Pemerintah juga menargetkan penurunan tingkat kemiskinan menjadi antara 6% hingga 6,5% pada tahun 2027, dibandingkan dengan target tahun 2026 yang berkisar antara 6,5% hingga 7,5%. Selain itu, rasio Gini ditargetkan membaik menjadi 0,362 hingga 0,367, dan Indeks Modal Manusia diharapkan meningkat menjadi 0,575 pada tahun 2027.

Strategi Ekonomi dan Fiskal

Purbaya juga menjelaskan bahwa strategi ekonomi dan fiskal untuk tahun 2027 akan difokuskan pada penguatan transformasi ekonomi melalui aktivitas bernilai tambah tinggi, memastikan program unggulan berjalan efektif dan tepat sasaran, serta memperkuat perlindungan dan pemberdayaan masyarakat. RAPBN 2027 akan mendukung delapan klaster Program Prioritas Nasional, yang meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur perumahan dan ketahanan bencana, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, serta upaya penurunan kemiskinan.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai program pendukung yang mencakup aspek pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, percepatan digitalisasi, serta diplomasi ekonomi. Dalam RAPBN 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6%, dengan defisit anggaran yang dijaga pada level 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Artikel Terkait