Ekonomi

Pemerintah Siapkan Rp 3 Triliun untuk Insentif Motor Listrik

Pemerintah Indonesia mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3 triliun untuk insentif pembelian motor listrik, dengan masing-masing unit mendapatkan subsidi Rp 3 juta. Namun, target penyerapan insentif dip...

I
Indriani Atmaja
20 August 2026 17 pembaca
Ade Rosman
Ade Rosman

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 3 triliun untuk program insentif pembelian motor listrik. Setiap unit motor listrik akan mendapatkan insentif sebesar Rp 3 juta, angka ini lebih rendah dibandingkan rencana awal yang menetapkan subsidi sebesar Rp 5 juta per unit.

Purbaya menjelaskan bahwa anggaran Rp 3 triliun ini ditujukan untuk mendukung insentif bagi 1 juta unit motor listrik. "Yang sekarang kalau 1 juta (motor) itu (insentif) Rp 3 juta. Anggarannya Rp 3 triliun," ujarnya kepada wartawan di Jakarta pada Kamis, 20 Agustus.

Proyeksi Penyerapan Insentif

Di sisi lain, Purbaya menyatakan bahwa target penyerapan insentif untuk 1 juta motor listrik kemungkinan besar tidak akan tercapai pada tahun 2026. Hal ini disebabkan oleh kapasitas produksi motor listrik nasional yang masih belum mencukupi untuk mencapai angka tersebut. "Jadi, 1 juta (unit) itu pasti enggak habis tahun ini (2026) kalau kita lihat," tambahnya.

Menurut Purbaya, kapasitas produksi saat ini masih terbatas, dan ia memperkirakan penyerapan program insentif hingga akhir 2026 hanya akan mencapai sekitar 100 ribu unit. "Kan kapasitas produksi motor nasional belum sampai 1 juta kan. Ada yang cuma 20.000 unit, saya pikir paling 100.000 unit sampai akhir tahun," jelasnya.

Pertimbangan Langkah Lanjutan

Dengan pertimbangan tersebut, Purbaya menyatakan bahwa pemerintah akan mengevaluasi langkah-langkah selanjutnya terkait program insentif, termasuk kemungkinan untuk menambah besaran insentif. "Nanti saya pikirkan apa bisa ditambah," ujarnya.

Sebelumnya, Purbaya juga menyampaikan bahwa pemerintah berencana memberikan subsidi pembelian motor listrik sekitar Rp 5 juta per unit, yang ditargetkan untuk kloter pertama sebanyak 6 juta unit pada tahun 2026. Usulan ini perlu dikoordinasikan lebih lanjut dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang. "Kalau saya mengusulkan untuk yang baru dulu. Itu enam juta penjualan motor. Tetapi, tidak semua sekaligus. Kami lihat bertahap, yang baru. Kami coba buat programnya," pungkas Purbaya.

Artikel Terkait