Ekonomi

Pemerintah Tambah Penempatan Dana di Himbara Hampir Mencapai Rp 400 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan penambahan dana pemerintah di bank-bank Himbara untuk meningkatkan likuiditas dan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil.

I
Indriani Atmaja
06 August 2026 30 pembaca
Ade Rosman
Ade Rosman

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan penambahan dana pemerintah yang ditempatkan di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menjaga likuiditas perbankan serta mendorong penyaluran kredit ke sektor riil. Dengan tambahan dana ini, total penempatan pemerintah di perbankan diperkirakan akan mencapai hampir Rp 400 triliun.

Purbaya menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melakukan pertemuan dengan jajaran direksi bank-bank BUMN. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya bank-bank Himbara merasa khawatir dana pemerintah yang telah ditempatkan akan ditarik pada akhir tahun, yang dapat memengaruhi keinginan mereka untuk menyalurkan kredit. “Tadi saya ketemu perbankan dengan bank-bank BUMN. Kayaknya bank itu ragu uang saya yang Rp 200 triliun itu akan diambil apa tidak sampai akhir tahun, sehingga memengaruhi behavior mereka melakukan penyaluran kredit,” ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (5/8).

Perpanjangan Penempatan Dana

Untuk mengatasi kekhawatiran tersebut, bendahara negara memutuskan untuk memperpanjang penempatan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun hingga Juli 2026. Dengan langkah ini, bank-bank BUMN diharapkan memiliki kepastian likuiditas untuk menyalurkan pembiayaan. “Saya bilang ke mereka saya akan perpanjang yang Rp 200 triliun sampai dengan Juli tahun depan supaya mereka leluasa menyalurkan kredit dari uang itu,” tambahnya.

Penambahan Dana Segera

Selain perpanjangan dana, pemerintah juga berencana untuk menambah dana sebesar Rp 70 triliun dalam waktu dekat. Dari jumlah tersebut, Rp 40 triliun akan disalurkan pada pekan ini, sedangkan Rp 30 triliun sisanya akan disuntikkan pada pekan depan. “Yang Rp100 triliun sampai akhir tahun, saya juga bilang sama mereka siang ini saya injek Rp 40 triliun tambahan, minggu depan saya tambah lagi Rp 30 triliun. Jadi kira-kira total di sistem perbankan uang pemerintah hampir Rp 400 triliun seperti yang saya janjikan dulu,” ungkap Purbaya.

Menurut Purbaya, tambahan penempatan dana ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perbankan agar penyaluran kredit dapat tumbuh lebih cepat dan mendukung akselerasi perekonomian nasional. “Ini untuk mendorong, menambah likuiditas di sistem perbankan sehingga ekonomi bisa jalan lebih cepat,” jelasnya.

Purbaya juga menjelaskan bahwa tambahan dana Rp 70 triliun akan dibagikan kepada bank-bank Himbara dengan skema yang sama seperti penempatan dana sebelumnya. Porsi terbesar akan diterima oleh tiga bank BUMN terbesar, sedangkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) akan mendapatkan alokasi yang lebih kecil. “Sharing-nya sama seperti sebelumnya. Yang tiga besar itu sama share-nya, yang dua lebih kecil sedikit,” katanya.

Ia menambahkan bahwa penambahan ini dilakukan berdasarkan perkembangan kondisi ekonomi. “Siapa bilang saya ogah (sebelumnya menambah)? Enggak ogah. Cuma keadaan membuat saya harus mengurangi dulu waktu itu. Tapi kami lihat reaksi di sistem perekonomian seperti apa. Ketika kami lihat memang dampaknya serius, ya kami bantu sedikit sistem perbankan,” tutup Purbaya.

Artikel Terkait