Kesehatan

Penanganan Penyakit Jantung Bawaan pada Anak Tanpa Operasi

Penanganan penyakit jantung bawaan pada anak bervariasi tergantung pada jenis kelainan yang dialami, dengan beberapa kasus dapat diatasi tanpa operasi.

D
Darma Yudhistira
23 July 2026 3 pembaca
Foto: Ilustrasi jantung (Getty Images/scyther5)
Foto: Ilustrasi jantung (Getty Images/scyther5)

Penanganan penyakit jantung bawaan pada anak bergantung pada tipe kelainan yang dialami. Pada kondisi tertentu, penyakit jantung bawaan dapat ditangani tanpa operasi, sementara kelainan yang lebih kompleks mungkin membutuhkan tindakan bedah.

Dokter Jantung Anak BraveHeart Brawijaya Hospital, dr Anisa Rahmadhany, SpA, Subsp.Kardio, menjelaskan bahwa penyakit jantung bawaan memiliki banyak tipe, baik yang menyebabkan tubuh tampak kebiruan maupun yang tidak. Kelainan yang terjadi juga dapat berbeda-beda, mulai dari kebocoran pada satu bagian jantung hingga kelainan yang lebih kompleks.

Metode Pengobatan Tergantung Tipe Kelainan

Pada kasus sederhana, seperti atrial septal defect (ASD) atau patent ductus arteriosus (PDA), kelainan dapat ditangani hingga tuntas dengan menutup bagian yang mengalami kebocoran. "Jadi karena tipenya kan ada banyak tipe, baik biru maupun tidak biru. Terus ada yang tipenya kelainannya cuman satu aja nih, bocornya di satu tempat. Ada contoh misalnya atrial septal defect (ASD) atau PDA. Kita bisa sembuhkan secara tuntas artinya bisa kita tutup bocornya," ujar dr Anisa dalam tayangan detikSore, Rabu (22/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa metode pengobatan disesuaikan dengan tipe penyakit jantung bawaan. Pada kelainan sederhana, pasien mungkin hanya membutuhkan satu kali tindakan, baik melalui operasi maupun prosedur tanpa operasi menggunakan metode transkateter.

Penanganan Bertahap untuk Kelainan Kompleks

Namun, pada kondisi tertentu, penanganan dapat dilakukan secara bertahap dan membutuhkan lebih dari satu tindakan hingga kelainan selesai ditangani. "Jadi ya, tergantung tipenya sih," katanya.

Pada kelainan tertentu, seperti PDA, dokter dapat menggunakan alat khusus untuk menutup saluran yang terbuka sekaligus mempertahankan pembuluh darah. Namun, jika kelainan yang terjadi kompleks atau kebocoran pada jantung berukuran besar, pasien mungkin memerlukan tindakan operasi. "Tapi ada juga sih memang pasang ring. Kita mau mempertahankan pembuluh darah. Contohnya PDA, kita pasang stand PDA itu memang pake ring. Itu untuk yang tipe sederhana ya. Tapi kalau tipenya kompleks atau defect atau kebocoran jantungnya besar, sekali nih yang mau gak mau harus operasi," jelasnya.

Artikel Terkait