Jakarta - Pencegahan penyakit jantung bawaan pada anak dapat dimulai sejak masa kehamilan. Selain menjaga kesehatan ibu, deteksi dini juga berperan penting untuk mengetahui adanya kelainan jantung pada janin.
Dokter Jantung Anak BraveHeart Brawijaya Hospital, dr Anisa Rahmadhany, SpA, Subsp.Kardio, mengatakan ibu hamil perlu menerapkan gaya hidup sehat, mengendalikan penyakit yang dimiliki, serta berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan selama kehamilan. Bila tersedia, pemeriksaan fetal echocardiography juga dapat dilakukan untuk mendeteksi kelainan jantung pada janin.
"Jadi kalau mulai dari masa kehamilan, kita harus menjaga selama kehamilan. Gaya hidupnya sehat, tidak ada penyakit tertentu, konsumsi obat-obatan juga hati-hati. Mungkin juga deteksi dini ya, fetal echocardiography, kalau memang ada fasilitasnya," ujar dr Anisa dalam tayangan detikSore, Rabu (22/7/2026).
Apabila penyakit jantung bawaan tidak terdeteksi selama kehamilan, orang tua perlu mengenali gejalanya sejak bayi lahir. Menurut dr Anisa, gejala dapat berbeda tergantung jenis penyakit jantung bawaannya. Pada tipe 'biru', bayi akan tampak kebiruan. Sementara pada 'tidak biru', orang tua perlu memperhatikan aktivitas bayi saat menyusu.
"Kalau yang tidak biru, beda lagi. Kalau bayi kan aktivitas adalah minum susu. Minum susu itu udah kayak lari," jelasnya. "Kalau susunya cepat habis, kalau misalnya tidak ya hati-hati nih dia ada penyakit jantung bawaan."
Ia menambahkan, bayi dengan penyakit jantung bawaan yang tidak terlihat 'biru' umumnya mudah lelah saat menyusu, tidak mampu menghabiskan susu dengan baik, dan berat badannya sulit naik.