PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) memulai tahun 2026 dengan mengalami penurunan pendapatan yang tajam, mencapai 77 persen secara tahunan. Berdasarkan laporan keuangan interim yang berakhir pada 31 Maret 2026, perusahaan yang bergerak di sektor jasa penunjang konstruksi ini mencatat pendapatan sebesar Rp3,17 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan dengan Rp13,99 miliar pada kuartal pertama 2025.
Penurunan pendapatan ini berimbas langsung pada laba bruto yang merosot menjadi Rp733,73 juta, dari sebelumnya Rp5,05 miliar. Dengan kondisi ini, FUTR mencatatkan rugi sebelum pajak sebesar Rp3,53 miliar, berbanding terbalik dari laba sebelum pajak yang mencapai Rp2,15 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Rugi tersebut juga tercermin dalam rugi bersih perusahaan pada kuartal I 2026.
Kenaikan Beban dan Sumber Pendapatan
Di sisi lain, beban umum dan administrasi mengalami peningkatan menjadi Rp4,28 miliar, naik dari Rp2,93 miliar pada kuartal I 2025. Kenaikan biaya operasional ini turut memperburuk profitabilitas perusahaan di tengah penurunan pendapatan yang signifikan.
Hampir seluruh pendapatan FUTR masih berasal dari jasa penunjang konstruksi, dengan kontribusi segmen tersebut turun menjadi Rp3,17 miliar pada kuartal I 2026, jauh di bawah realisasi Rp12,18 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pada kuartal I 2025, perusahaan juga memperoleh pendapatan dari jasa gudang kreatif, konsultasi, dan pengolahan data, namun pada kuartal I tahun ini, seluruh pendapatan hanya bersumber dari jasa penunjang konstruksi.
Posisi Likuiditas dan Performa Saham
Meskipun kinerja pendapatan menurun, posisi likuiditas FUTR tetap stabil. Saldo kas dan setara kas tercatat sebesar Rp30,74 miliar pada akhir Maret 2026, sedikit meningkat dibandingkan Rp30,70 miliar pada akhir 2025. Piutang usaha kepada pihak ketiga juga mengalami kenaikan menjadi Rp11,97 miliar dari Rp10,39 miliar.
Di tengah kinerja fundamental yang melemah, saham FUTR justru menunjukkan penguatan pada perdagangan pagi hari Selasa, 30 Juni 2026. Hingga pukul 09.26 WIB, saham FUTR naik 3,03 persen atau 5 poin ke level Rp170 per saham, setelah dibuka di harga Rp165. Selama sesi perdagangan, saham ini sempat mencapai level tertinggi Rp185 dan terendah Rp162, dengan nilai transaksi sekitar Rp1,8 miliar dan volume perdagangan mencapai sekitar 10,11 juta saham.
Namun, dalam jangka menengah, pergerakan saham FUTR masih menunjukkan tekanan. Dalam satu bulan terakhir, saham ini turun 5,03 persen, melemah 24,11 persen dalam tiga bulan, serta terkoreksi 74,24 persen sejak awal tahun. Meskipun demikian, secara tahunan, saham FUTR masih mencatatkan kenaikan 142,86 persen, dan dalam periode tiga tahun, melonjak sekitar 240 persen.