Nasional

Penemuan Senjata di Sekolah Swasta Jakarta Selatan: Jarak 40 Meter dari Kelas Siswa

Sebuah yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan menemukan ruangan berisi senjata yang terletak sekitar 40 meter dari ruang kelas. Meskipun demikian, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung normal...

E
Eira Orelia
07 August 2026 20 pembaca
Penemuan 995 Airgun: Ruang Senjata Berjarak 40 Meter dari Kelas
Penemuan 995 Airgun: Ruang Senjata Berjarak 40 Meter dari Kelas

Sebuah yayasan yang mengelola sekolah swasta di Jakarta Selatan mengonfirmasi bahwa lokasi penemuan senjata berada sekitar 40 meter dari ruang kelas siswa. Meskipun jarak tersebut dianggap cukup jauh, pihak yayasan menyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa.

"Kurang lebih 40 meter antara ruangan di mana kemarin ditemukan senjata dengan kelas. Jadi, cukup jauh," ujar kuasa hukum yayasan, Hermawanto, saat memberikan keterangan di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada hari Jumat (7/8/2026).

Pemeriksaan Ruangan oleh Polisi

Hermawanto menjelaskan bahwa dua ruangan di sekolah masih dipasangi garis polisi. Salah satu ruangan tersebut sebelumnya digunakan oleh mantan Ketua Yayasan yang dikenal dengan inisial IWD. Sementara itu, bunker yang ditemukan juga telah diperiksa oleh pihak kepolisian pada Rabu (5/8/2026).

Ia menambahkan bahwa yayasan telah meminta kepada pihak kepolisian untuk segera melakukan sterilisasi pada area yang masih dipasangi garis polisi guna memastikan tidak ada barang berbahaya yang tersisa di lingkungan sekolah. "Kemudian, kami minta aparat segera melakukan sterilisasi untuk memastikan seluruh barang di sekolah sudah tidak ada lagi yang berbahaya. Itu yang sedang kami minta kepada aparat kepolisian," jelasnya.

Proses Hukum dan Keamanan Sekolah

Hermawanto juga menyatakan bahwa semua barang bukti telah diserahkan kepada penyidik dan saat ini yayasan menunggu kelanjutan proses hukum. "Makanya semua barang-barang itu sudah kami serahkan ke penyidik dan kami meminta penyidik untuk memastikan legalitasnya. Buat kami, sekolah hanya satu. Kami menginginkan sekolah ini aman dari senjata-senjata yang berbahaya. Makanya kami meminta agar penyidik segera memprosesnya secara hukum dan ada kepastian hukum buat kami semua yang ada di sekolah," tuturnya.

Artikel Terkait