Jakarta - Penerapan sistem Nutri Level di sejumlah gerai minuman kekinian mengungkap beberapa fakta yang mengejutkan. Beberapa minuman yang diberi label 'less sugar' bahkan 'no sugar' tidak serta merta masuk ke dalam kategori A yang berarti 'paling sehat', melainkan ada yang justru terklasifikasi ke dalam kategori terendah, yaitu C dan D.
Sebagai contoh, minuman Grape with Green Tea yang terdaftar di menu Xing Fu Tang berada di kategori C meskipun dilabeli 'no sugar'. Selain itu, Ovaltine Milk yang juga berlabel 'no sugar' masuk dalam kategori D. Beberapa minuman berbasis americano yang biasanya dikenal dengan rasa pahit, seperti Triple Peach Americano dan Berry Manuka Americano di menu Fore Coffee, juga termasuk dalam kategori C dan D.
Penyebab Klasifikasi yang Mengejutkan
Apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Penting untuk dicatat bahwa penilaian dalam sistem Nutri Level tidak hanya mempertimbangkan keberadaan gula tambahan. Beberapa minuman dengan label 'less sugar' hingga 'no sugar' masih bisa mendapatkan nilai C atau D karena adanya kandungan lain seperti gula alami, lemak jenuh, dan natrium.
Banyak orang beranggapan bahwa label 'no sugar' berarti minuman tersebut otomatis lebih sehat. Namun, dalam sistem Nutri Level, penilaian tidak hanya melihat ada atau tidaknya gula tambahan, tetapi juga mempertimbangkan total kandungan gula, lemak jenuh, dan natrium per 100 ml produk. Oleh karena itu, minuman yang berlabel 'less sugar' atau 'no sugar' tetap bisa mendapatkan nilai C atau D jika komponen lainnya masih tergolong tinggi.
Dokter spesialis gizi klinik, dr Tjandraningrum, M.Gizi, SpGK, Subsp.KM, menjelaskan bahwa minuman dengan label 'no sugar' tetap dapat mengandung gula alami, terutama jika menggunakan buah atau sirup perasa buah. "Walaupun dia no sugar tapi tetap ada gula. Di buah itu ada namanya gula buah," ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan sirup perasa buah dapat menyumbang gula pada minuman, seperti pada sirup anggur yang pasti mengandung gula.
Komponen yang Sering Diabaikan dalam Minuman Kekinian
Selain gula, berbagai bahan tambahan dalam minuman kekinian juga bisa memengaruhi penilaian Nutri Level. Bahan seperti cream, mousse, krimer, dan susu full cream umumnya mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan total kalori minuman. Topping tambahan seperti boba, jelly, whipped cream, serta saus karamel dan cokelat juga dapat meningkatkan kadar gula dan energi minuman. Ukuran minuman yang besar juga berkontribusi pada total asupan gula, lemak, dan kalori yang lebih tinggi.
Oleh karena itu, label 'no sugar' tidak selalu berarti minuman tersebut rendah kalori atau sepenuhnya sehat. Masyarakat disarankan untuk tidak hanya memperhatikan klaim pada menu, tetapi juga melihat komposisi dan porsi minuman yang dikonsumsi.
Walaupun Nutri Level dapat membantu konsumen memahami kandungan gizi minuman, sistem ini bukanlah penentu mutlak apakah suatu produk sehat atau tidak. Label ini lebih berfungsi sebagai panduan awal agar konsumen lebih bijak dalam memilih makanan dan minuman. Penilaian gizi sebaiknya dilihat secara menyeluruh, termasuk komposisi bahan, porsi konsumsi, aktivitas fisik, dan pola makan sehari-hari, karena kebutuhan setiap individu bisa berbeda-beda.
Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk tidak hanya terpaku pada huruf atau warna pada label Nutri Level, tetapi juga memahami kandungan dan frekuensi konsumsi produk tersebut.