Jakarta - Buah dan sayuran adalah makanan yang kaya akan serat dan sangat diperlukan bagi kesehatan tubuh. Namun, satu aspek yang sering kali kurang diperhatikan adalah kebersihan buah dan sayur sebelum dikonsumsi. Nutritionist Putri Wida Dwi Mareta, S.Gz, menekankan pentingnya mencuci sayur dan buah sebelum dimakan untuk menghindari kontaminasi patogen dari bahan makanan lain yang mungkin ada.
“Bahayanya jadi kadang tuh kan kita mikirnya yang dimakan kan dagingnya aja (buah), kulitnya nggak usahlah, nggak usah dicuci. Padahal, kulitnya itu rentan banget terkena kontaminasi,” ungkap Putri dalam acara Mama Lime Green Day Fest yang berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (8/8/2026).
Risiko Kontaminasi dari Kulit Buah dan Sayur
Putri melanjutkan, jika kulit buah atau sayur dalam keadaan kotor dan kemudian dikupas menggunakan pisau, bakteri yang ada di kulit dapat berpindah ke pisau dan selanjutnya mencemari daging buah. “Nah, itu yang kita nggak mau,” tambahnya.
Pentingnya Menggunakan Pembersih Food Grade
Menurut Putri, hanya menggunakan air untuk membersihkan buah dan sayur tidaklah memadai. Ia merekomendasikan penggunaan cairan pembersih yang aman untuk makanan dan sesuai untuk membersihkan sayur serta buah. Putri menjelaskan bahwa risiko kontaminasi sudah mulai muncul sejak proses penanaman sayur dan buah, yang bisa berasal dari air, tanah, serta pestisida yang digunakan.
“Apalagi pestisida modern itu sekarang udang menggunakan yang berbasis minyak. Jadi kalau pakai air saja itu nggak cukup. Makanya kita perlu cairan pembersih yang memang 100 persen food grade untuk hasil kebersihan yang maksimal,” jelasnya.
Keamanan pangan menjadi salah satu faktor yang sangat penting dalam memastikan bahwa nutrisi yang diperoleh dari makanan dapat diserap dengan baik. Putri juga membagikan beberapa tips untuk menjaga kebersihan, seperti menjaga kebersihan area memasak dan membedakan penggunaan talenan, yaitu talenan untuk sayur dan buah harus terpisah dari talenan untuk daging.
Selain itu, ia menyarankan agar makanan dimasak hingga matang dan disimpan pada suhu yang sesuai. “Jadi misalnya kalau mau dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama, simpan di kulkas. Terakhir, menggunakan air dan juga bahan pangan yang bersih,” tutupnya.