Jakarta - Penyakit ginjal sering kali tidak disadari oleh banyak orang. Masalah pada organ penting ini sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas, sehingga banyak pasien baru menyadari adanya masalah saat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Sayangnya, ketika gejala fisik mulai muncul, kerusakan ginjal biasanya sudah dalam tahap yang parah.
Dr. Sumiran Mahajan, seorang konsultan nefrologi dari KIMS Hospitals Thane, India, menjelaskan bahwa kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele dapat berpengaruh besar terhadap kesehatan ginjal. "Ada hal-hal kecil yang dilakukan sehari-hari yang dampaknya sangat signifikan ke ginjal. Terlalu banyak makan junk food dan konsumsi garam berlebih itu memberi tekanan ekstra yang tidak perlu pada ginjal," ujarnya.
Ia juga menekankan bahaya dari penggunaan obat tanpa resep dokter, terutama obat pereda nyeri. "Penggunaan obat pereda nyeri tanpa saran medis bisa berdampak jangka panjang pada kondisi ginjal. Ini makin riskan buat orang yang punya riwayat diabetes dan hipertensi, karena dua kondisi itu merusak pembuluh darah penopang ginjal," tegasnya.
Faktor Penyebab Kerusakan Ginjal
Dr. Sumiran menambahkan bahwa perawatan ginjal seharusnya menjadi langkah pencegahan yang penting. Masyarakat perlu menyadari bahwa penyakit ginjal pada tahap awal sering kali tidak menunjukkan gejala, sehingga penting untuk mengambil tindakan pencegahan.
Senada dengan itu, Dr. Nikhil Bhasin, konsultan nefrologi dari Wockhardt Hospitals Mumbai Central, India, menjelaskan bahwa ginjal adalah organ yang sangat adaptif. "Kerusakan ginjal itu seringnya berkembang pelan-pelan dan tenang. Makanya banyak orang tidak sadar sampai kondisinya sudah parah. Organ ini sangat adaptif, jadi meski fungsinya sudah mulai turun, tubuh belum tentu menunjukkan gejala peringatan di fase awal," paparnya.
Gejala yang Sering Diabaikan
Dr. Nikhil menyebutkan bahwa beberapa gejala halus baru muncul saat kerusakan ginjal mulai berlanjut, namun sering kali dianggap remeh oleh masyarakat. Gejala tersebut antara lain adalah pembengkakan ringan pada area kaki, rasa lelah yang tidak biasa, sering buang air kecil di malam hari, serta penurunan nafsu makan.
Faktor utama yang dapat memicu kerusakan ginjal secara diam-diam meliputi diabetes yang tidak terkontrol, hipertensi, konsumsi obat pereda nyeri yang berlebihan, serta faktor keturunan. Gaya hidup yang buruk, seperti kebiasaan makan tinggi garam, kurang minum air, dan kurangnya aktivitas fisik, juga dapat memperburuk kondisi ini.