Ekonomi

Penurunan Indeks Keyakinan Konsumen, Airlangga: Tidak Menunjukkan Daya Beli Melemah

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa penurunan indeks keyakinan konsumen tidak mencerminkan melemahnya daya beli masyarakat, melainkan dipengaruhi oleh faktor...

I
Indriani Atmaja
11 August 2026 21 pembaca
Ade Rosman
Ade Rosman

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa penurunan indeks keyakinan konsumen tidak dapat dianggap sebagai indikasi melemahnya daya beli masyarakat. Ia menjelaskan bahwa penurunan ini perlu dianalisis dalam konteks momentum konsumsi yang terjadi sepanjang tahun.

Menurut Airlangga, biasanya konsumsi masyarakat mengalami penurunan setelah perayaan hari besar keagamaan. Ia mengungkapkan bahwa pada kuartal I 2026, terdapat momentum hari besar keagamaan yang berkontribusi pada peningkatan konsumsi. “Kita tahu kalau di kuartal kedua kemarin, di awal itu kan di kuartal satu ada hari besar keagamaan. Biasanya habis hari besar keagamaan ada turun,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada Senin (10/8).

Perkembangan Penjualan Kendaraan Bermotor

Airlangga menambahkan bahwa kondisi konsumsi masyarakat juga dapat dilihat dari pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor. Ia mencatat bahwa penjualan otomotif pada semester I 2026 mengalami kenaikan sebesar 16%. “Kalau kita mau lihat sinyal dari otomotif misalnya, itu otomotif kan kemarin semester satunya naik 16%,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia memperhatikan bahwa penjualan kendaraan hybrid menunjukkan pertumbuhan yang lebih signifikan, dengan kenaikan sekitar 40%. “Terus kemudian untuk kendaraan yang sifatnya hybrid malah naiknya 40%. Jadi itu juga bagian daripada konsumen,” tambahnya.

Harapan Peningkatan Konsumsi di Kuartal IV

Di sisi lain, Airlangga menyatakan bahwa pemerintah berharap agar konsumsi masyarakat dapat meningkat pada kuartal IV 2026, dengan salah satu pendorongnya adalah momentum hari besar keagamaan nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru. “Ya tentu kita lihat nanti, kita berharap di kuartal keempat biasanya akan naik karena itu terkait dengan HBKN Nataru,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah juga berharap adanya dorongan konsumsi dari program diskon yang diberikan oleh pelaku usaha. Airlangga menyebutkan bahwa beberapa pusat perbelanjaan telah menyiapkan program diskon khusus dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus. “Dan ini kan kita juga coba di kuartal ini dalam rangka hari 17 Agustus beberapa mall juga melakukan program diskon khusus,” katanya.

Saat ditanya apakah program diskon tersebut merupakan stimulus baru dari pemerintah, Airlangga menjelaskan bahwa program tersebut berasal dari pelaku usaha. “Diskon dari para pengusaha langsung,” tegasnya.

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen pada Juli 2026 mengalami penurunan dari 117,8 pada bulan sebelumnya menjadi 116,8. Meskipun masih berada dalam zona optimis, tingkat keyakinan konsumen ini menjadi yang terendah sejak Oktober 2025. “Survei Konsumen Bank Indonesia pada Juli 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terjaga,” demikian penjelasan BI dalam hasil survei IKK pada Senin (10/8).

Walaupun mengalami penurunan, angka IKK yang berada di atas level 100 menunjukkan bahwa konsumen tetap optimis terhadap kondisi perekonomian. Penurunan IKK ini terjadi seiring dengan melemahnya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi terhadap kondisi ekonomi di masa mendatang. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) tercatat turun menjadi 107,9 pada Juli 2026 dari 109,2 pada bulan sebelumnya, sementara Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turun menjadi 125,7 dari 126,4.

BI mencatat bahwa persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini masih kuat, meskipun mengalami penurunan. IKE Juli 2026 sebesar 107,9 tetap berada pada level optimis. Penurunan IKE terlihat pada tiga komponennya, yaitu Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) yang turun menjadi 118,5 dari 119,8, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) yang turun menjadi 101,1 dari 101,8, serta Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) yang turun menjadi 104,1 dari 105,9.

Artikel Terkait