Jakarta - Kopi dan teh sering kali dipandang memiliki dampak yang sangat berbeda terhadap tubuh. Ketika membayangkan penggemar kopi, sering kali muncul gambaran seseorang yang gelisah, terburu-buru, dan cenderung cemas. Sementara itu, teh biasanya diasosiasikan dengan ketenangan dan relaksasi. Namun, jika dilihat dari kandungan zat stimulan, kedua minuman ini sama-sama mengandung kafein.
Sebuah penelitian yang dikutip dari IFLScience menunjukkan bahwa kadar kafein dalam berbagai produk teh komersial berkisar antara 14 hingga 61 mg per sajian, sedangkan secangkir kopi rata-rata mengandung kafein antara 65 hingga 120 mg. Pertanyaannya, mengapa efek kafein dari kopi terasa lebih kuat dan dapat menyebabkan detak jantung yang meningkat, sementara teh memberikan efek yang lebih lembut dan waspada?
L-Theanine, Senyawa yang Mengubah Efek Kafein
Jawabannya terletak pada senyawa yang dikenal sebagai L-theanine. L-theanine adalah asam amino yang secara alami terdapat dalam tanaman teh (Camellia sinensis). Senyawa ini tergolong langka karena hanya ditemukan dalam daun teh dan beberapa jenis jamur, serta tidak ada dalam biji kopi.
Kehadiran L-theanine ini memengaruhi cara kafein bekerja dalam tubuh. Kombinasi antara kafein dan L-theanine terbukti secara klinis dapat meningkatkan konsentrasi dan fungsi kognitif otak tanpa menimbulkan efek samping negatif. Dalam sebuah uji klinis yang melibatkan sekelompok orang dewasa muda, ditemukan bahwa kombinasi ini secara signifikan meningkatkan akurasi berpikir dan menjaga kewaspadaan, sekaligus mengurangi rasa kantuk.
Fokus Tanpa Kecemasan
Studi lain yang mengamati aliran darah di otak mengungkapkan fakta menarik. Ketika kafein bekerja sendiri, seperti saat mengonsumsi kopi, tubuh cenderung mengalami kegelisahan dan getaran akibat stimulasi yang berlebihan. Namun, ketika kafein dipadukan dengan L-theanine, senyawa ini berfungsi sebagai 'rem alami'. L-theanine memberikan dorongan fokus tambahan pada otak dan meredakan efek samping kecemasan yang biasanya diakibatkan oleh kafein dalam jumlah tinggi. Hasilnya, seseorang merasakan efek melek yang lebih rileks, bukan tegang.
Meskipun demikian, bukan berarti kopi tidak memiliki manfaat bagi kesehatan. Berbagai penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi kopi hitam tanpa tambahan gula dalam batas wajar kaya akan antioksidan dan bermanfaat untuk kesehatan jantung, serta membantu menjaga sel-sel tubuh agar tetap awet muda. Bagi mereka yang sensitif terhadap kafein dalam kopi dan sering merasakan detak jantung yang cepat, beralih ke teh hijau atau teh hitam bisa menjadi alternatif yang baik untuk tetap produktif tanpa merasa cemas sepanjang hari.