Jumlah unit yang beredar dari Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) terus menunjukkan peningkatan sejak pertama kali terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam waktu empat hari perdagangan, unit XSGO melonjak hampir 107%, dari 1,5 juta unit menjadi 3,1 juta unit.
Menurut laporan yang disampaikan oleh Syailendra Capital, pada hari Jumat (14/8), XSGO menambahkan 900.000 unit, sehingga total unit yang beredar mencapai 3,1 juta unit, naik dari sebelumnya 2,2 juta unit. Selama periode tersebut, tidak ada pengurangan unit yang terjadi.
Rekor Penambahan Unit
Pertambahan unit tersebut merupakan yang terbesar sejak ETF emas syariah ini mulai diperdagangkan. Sebelumnya, pada hari Kamis (13/8), XSGO juga mencatat penambahan 600.000 unit, yang membuat jumlah unit beredar meningkat dari 1,6 juta menjadi 2,2 juta unit. Pada hari Selasa (11/8), Syailendra Capital melaporkan penambahan 100.000 unit, sehingga jumlah unit beredar saat itu bertambah dari 1,5 juta menjadi 1,6 juta unit.
Dengan demikian, sejak pencatatan perdana hingga pembaruan terakhir, XSGO telah mencatat tambahan 1,6 juta unit, yang berarti meningkat sekitar 106,7% dari jumlah awal. XSGO resmi terdaftar di BEI pada hari Senin (10/8), bertepatan dengan perayaan HUT Pasar Modal Indonesia yang ke-49, serta peluncuran empat produk ETF emas lainnya.
Detail Pencatatan dan Manajemen
Pada saat pencatatan, BEI mengumumkan bahwa direksi bursa telah menyetujui pencatatan awal XSGO sebanyak 1,5 juta unit penyertaan. Produk ini memiliki nilai aktiva bersih (NAB) awal sebesar Rp 1,53 miliar dengan harga perdana Rp 1.021 per unit. BEI juga menetapkan bahwa jumlah maksimum unit penyertaan XSGO yang dapat diterbitkan mencapai 10 miliar unit.
Produk ini dikelola oleh PT Syailendra Capital, dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk sebagai bank kustodian dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai dealer partisipan. Hingga saat ini, jumlah unit XSGO yang beredar baru mencapai sekitar 0,031% dari batas maksimum 10 miliar unit.
XSGO merupakan salah satu dari lima ETF emas yang diluncurkan di BEI pada hari Senin lalu, bersama dengan Trimegah Syariah ETF Emas (XTRA), Mandiri ETF Emas (XMES), BRI MI Gold ETF Syariah (XDES), dan Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD). Kelima produk ini dikelola oleh lima manajer investasi yang berbeda.
Peluncuran kelima produk ini menandai hadirnya instrumen emas dalam ekosistem perdagangan ETF di pasar modal Indonesia, yang juga merupakan bagian dari upaya untuk menghubungkan pasar modal dengan industri bulion serta pengelolaan emas nasional.
Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Samsul Hidayat, menyatakan bahwa ETF emas diharapkan menjadi alternatif instrumen investasi bagi para investor di pasar modal Indonesia. “ETF emas diharapkan menjadi alternatif instrumen investasi baru bagi investor pasar modal Indonesia,” ujarnya dalam seremoni peluncuran ETF emas di Main Hall BEI, Jakarta, pada hari Senin (10/8).
Menurut Samsul, pengembangan produk ini merupakan hasil kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), organisasi yang mengatur diri sendiri (SROs), manajer investasi, bank kustodian, dealer partisipan, bank bulion, dan pelaku industri pasar modal. Ekosistem ini mencakup penyediaan emas fisik sebagai aset dasar, pencatatan electronic gold receipt (EGR) di KSEI sebagai representasi kepemilikan emas secara elektronik, serta perdagangan unit ETF emas di BEI.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga XSGO tercatat di Rp 1.040 per unit, mengalami penurunan sebesar 65 poin atau 5,88%. Sejak diluncurkan, harga produk ETF emas ini mengalami kenaikan sebesar 1,86%.