Ekonomi

Potensi Koreksi IHSG, Rekomendasi Saham RAJA, PGEO, HRTA, dan CMRY

IHSG diperkirakan akan mengalami koreksi pada perdagangan hari ini, dengan sejumlah saham direkomendasikan untuk dibeli pada saat harga turun.

D
Dinda Mughni
28 July 2026 21 pembaca
Nur Hana Putri Nabila
Nur Hana Putri Nabila

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami risiko koreksi pada sesi perdagangan hari ini, Selasa (28/7). Analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa IHSG masih menghadapi tekanan jual setelah mengalami penurunan sebesar 0,17% ke level 6.185 pada perdagangan sebelumnya, yaitu Senin (27/7). Saat ini, IHSG telah berada di bawah MA60 dan telah mencapai target minimal yang sebelumnya diperkirakan. Herditya mengingatkan investor untuk memperhatikan area 6.074–6.146 sebagai potensi area koreksi IHSG.

"Kami perkirakan, area penguatan terdekatnya berada di 6.262–6.299," tulis Herditya dalam laporan risetnya pada Selasa (28/7). MNC Sekuritas juga menargetkan area support IHSG di kisaran 6.111–6.007, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.599–6.705. Support adalah area harga saham yang dianggap sebagai titik terendah pada waktu tertentu, di mana harga biasanya akan kembali naik karena meningkatnya daya beli. Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga yang dianggap sebagai titik tertinggi, di mana setelah menyentuh level ini, biasanya terjadi aksi jual yang signifikan.

Rekomendasi Saham untuk Investor

MNC Sekuritas merekomendasikan untuk melakukan pembelian pada saat harga saham turun (buy on weakness) untuk beberapa saham. Salah satunya adalah PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) dengan rekomendasi akumulasi beli di rentang Rp 1.885–Rp 1.920, menargetkan harga di Rp 2.040–Rp 2.150, dengan level stoploss di bawah Rp 1.865. Selain itu, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) juga direkomendasikan untuk buy on weakness pada area Rp 935–Rp 975, dengan target harga di Rp 1.055–Rp 1.110 dan stoploss di bawah Rp 900.

Nafan Aji Gusta, Senior Technical Analyst dari Mirae Asset Sekuritas, memproyeksikan bahwa IHSG akan bergerak dalam rentang support di level 6.137 hingga 6.012, sementara level resistance berada di 6.261 dan 6.416. Di sisi lain, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp491,89 miliar pada perdagangan sebelumnya. Sejak awal tahun, nilai jual bersih investor asing mencapai Rp 93,60 triliun, seiring dengan penurunan IHSG sebesar 28,46% secara year to date (ytd).

Peluang dan Sentimen Pasar

Dari segi teknikal, IHSG memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan setelah membentuk pola doji star candle. Namun, indikator Stochastic %K-%D dan Relative Strength Index (RSI) masih menunjukkan sinyal negatif seiring dengan turunnya volume perdagangan. Nafan memperkirakan IHSG akan bergerak dengan kecenderungan bullish bias pada perdagangan hari ini.

"Akumulasi pada saham pilihan dengan fundamental solid, fokus pada saham bervaluasi murah, serta gunakan manajemen risiko dengan disiplin," tulis Nafan dalam analisisnya. Ia juga menyoroti bahwa meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi sentimen positif bagi pasar, setelah Iran menyatakan akan menghentikan serangan jika AS juga menghentikan aksi militernya. Hal ini menyebabkan penurunan harga minyak dunia, yang meredakan kekhawatiran inflasi dan meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.

Pelaku pasar global cenderung berhati-hati namun tetap optimis menjelang pengumuman hasil rapat Federal Reserve pada Kamis dini hari, di mana mayoritas konsensus memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75%. Di dalam negeri, Nafan menilai pelaku pasar masih mencermati langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam membersihkan saham-saham High Shareholding Concentration (HSC) dari Indeks Kompas100, yang dapat memicu arus keluar dana pada saham-saham yang dikeluarkan dari indeks.

Meskipun demikian, ia berpendapat bahwa langkah tersebut justru dapat meningkatkan kepercayaan investor institusi asing terhadap kepastian likuiditas di pasar reguler. "Ekspektasi terhadap publikasi kinerja keuangan emiten semester I-2026 juga bisa menjadi penahan sentimen negatif dan memberikan peluang aksi bargain hunting pada saham yang memiliki fundamental solid," tambah Nafan.

Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) untuk akumulasi di kisaran Rp 830–Rp 910, dengan target harga di Rp 920, 980, dan 1.160. Level support untuk saham RAJA berada di Rp 830 dan Rp 770. Sementara itu, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) berpotensi melanjutkan tren kenaikan, dan Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan untuk melakukan add, khususnya pada area akumulasi di kisaran Rp 4.610–4.810, dengan target harga di level Rp 4.830, 4.950, dan 5.200, serta level support di 4.610 dan 4.460.

Artikel Terkait