Kesehatan

Program MBG Masih Berlanjut Meski SPPG Kalitengah Dihentikan

Program Makanan Bergizi (MBG) di 19 lembaga yang dilayani oleh SPPG Kalitengah, Sidoarjo, tetap dapat dilanjutkan meskipun SPPG tersebut mengalami penangguhan akibat keracunan massal di Pondok Pesantr...

J
Jarot Kusna
06 September 2026 1 pembaca
Foto: Ilustrasi Makan Siang Gratis (Antara Foto/Andry Denisah)
Foto: Ilustrasi Makan Siang Gratis (Antara Foto/Andry Denisah)

SPPG Kalitengah di Sidoarjo mengalami penangguhan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) setelah terjadinya insiden keracunan massal yang melibatkan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai kelangsungan program Makanan Bergizi (MBG) di 19 lembaga yang sebelumnya mendapatkan pasokan dari SPPG tersebut.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mengonfirmasi bahwa program MBG di lembaga-lembaga yang dilayani oleh SPPG Kalitengah masih dapat dilanjutkan dengan beberapa ketentuan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi untuk memastikan keberlangsungan program MBG di lembaga-lembaga tersebut.

Alternatif Penyaluran MBG

"Terkait dengan keberlangsungan program ini, sependek yang saya tahu mereka (Korwil BGN) memberikan alternatif," ungkap Lakhsmie. Dia menjelaskan bahwa alternatif yang ditawarkan adalah mengalihkan penyaluran MBG dari SPPG lain. Dengan cara ini, penghentian sementara operasional SPPG tidak akan menghentikan penyaluran MBG di 19 lembaga tersebut.

"Jika para santri atau para murid yang ada di lembaga di bawah apa yang mendapat PM dari SPPG ini masih mau menerima, ya nanti akan diberikan apa namanya, jatahnya. Tapi tentunya dialihkan ke SPPG yang lain," tambahnya. Namun, Lakhsmie menekankan bahwa penyaluran tersebut tidak dapat dipaksakan jika pihak lembaga atau penerima manfaat tidak bersedia menerima MBG.

Keputusan Bergantung pada Lembaga dan Penerima Manfaat

Keberlanjutan penyaluran MBG juga sangat tergantung pada keputusan dari sekolah atau lembaga penerima serta para santri atau siswanya. Dalam situasi ini, penting bagi semua pihak untuk berkomunikasi dan membuat keputusan yang terbaik demi kelangsungan program gizi bagi para santri.

Artikel Terkait