Ekonomi

Prediksi Kenaikan IHSG di Tengah Berita Negatif dari MSCI dan Rekomendasi Saham

IHSG diperkirakan akan mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini meskipun ada beberapa berita negatif dari MSCI. Analis merekomendasikan beberapa saham untuk dibeli.

D
Darma Yudhistira
13 August 2026 17 pembaca
Nur Hana Putri Nabila
Nur Hana Putri Nabila

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami peningkatan dalam perdagangan saham hari ini, Kamis (13/8). Meskipun ada kabar buruk dari MSCI, analis menyarankan untuk membeli saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).

Analisis Teknikal IHSG

Analis Teknikal dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa secara teknikal, IHSG diperkirakan masih berada dalam fase wave v dari wave (c) pada wave [iv]. Dalam kondisi ini, IHSG memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju rentang 6.440 hingga 6.544. "Worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (a) pada pola diagonal dan IHSG rawan terkoreksi ke rentang 5.890–6.192 untuk membentuk wave (b)," ungkap Herditya dalam risetnya.

MNC Sekuritas menetapkan area support IHSG di kisaran 6.201 hingga 6.029, sedangkan area resistance diperkirakan berada pada level 6.454 hingga 6.599. Support adalah level harga tertentu yang dianggap sebagai titik terendah, di mana harga biasanya akan kembali naik setelah menyentuh level tersebut. Sementara itu, resistance adalah level harga yang dianggap sebagai titik tertinggi, di mana biasanya terjadi aksi jual yang signifikan.

Rekomendasi Saham

MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness untuk beberapa saham, termasuk PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang dapat dibeli di rentang Rp 1.625 hingga Rp 1.715 dengan target harga di Rp 1.810 hingga Rp 1.915 dan level stoploss di bawah Rp 1.600. Rekomendasi serupa juga diberikan untuk PT Timah Tbk (TINS) di area Rp 3.650 hingga Rp 3.730 dengan target harga di Rp 3.680 hingga Rp 3.920, serta stoploss di bawah Rp 3.590.

Senior Technical Analyst dari Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memperkirakan level support IHSG berada di 6.292 dan 6.242, sedangkan level resistance di 6.406 dan 6.454. Pada perdagangan terakhir, IHSG mencatatkan net foreign buy sebesar Rp 482,79 miliar. Namun, secara year to date (ytd), investor asing masih mencatatkan net foreign sell sebesar Rp 95,66 triliun, dengan IHSG turun 26,29% secara ytd.

"Akumulasi pada saham pilihan dengan fundamental solid, fokus pada saham bervaluasi murah, fokus terhadap saham yang menunjukkan arah pembalikan tren, dan gunakan manajemen risiko dengan disiplin," tulis Nafan dalam analisisnya.

Nafan menambahkan bahwa secara teknikal, IHSG telah berhasil rebound dari level MA20, dengan beberapa indikator menunjukkan sinyal positif, seperti penguatan Stochastics K_D dan potensi pola golden cross pada RSI. Selain itu, MA20 dan MA60 juga telah membentuk pola golden cross.

Pergerakan IHSG diperkirakan akan dipengaruhi oleh reaksi pasar terhadap pengumuman resmi MSCI untuk August 2026 Index Review, yang menjadi sentimen penahan utama. Namun, tekanan tersebut mungkin akan diredam oleh sentimen positif dari melambatnya inflasi di Amerika Serikat.

Dari pasar global, bursa Wall Street menunjukkan penguatan setelah dirilisnya data inflasi AS untuk periode Juli 2026 yang tercatat 3,4% secara tahunan, sesuai dengan ekspektasi konsensus. Data ini mendorong pelaku pasar untuk mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.

Probabilitas The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada September 2026 juga meningkat menjadi 62% dari sebelumnya 54% setelah data inflasi dirilis. Sementara itu, hasil MSCI August 2026 Index Review menunjukkan tidak ada penambahan saham dalam Global Standard Index maupun Small Cap Index, meskipun MSCI menurunkan status CPIN dari Global Standard Index ke Small Cap Index dan menghapus sembilan emiten dari Small Cap Index.

Nafan menjelaskan bahwa penghapusan saham dari indeks MSCI dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti ukuran perusahaan, free float, likuiditas, dan parameter metodologi MSCI lainnya. Ia menegaskan bahwa keputusan ini tidak hanya mencerminkan kondisi fundamental perusahaan.

Khusus untuk CPIN, Nafan menilai bahwa meskipun berpindah dari Global Standard Index ke Small Cap Index, saham tersebut tetap berada dalam cakupan indeks MSCI dan berpotensi mendapatkan aliran dana dari investor yang menggunakan MSCI Small Cap Index sebagai acuan, meskipun jumlahnya biasanya lebih kecil dibandingkan dengan aliran dana pada Global Standard Index.

Di sisi lain, Nafan juga menyatakan tidak ada perubahan pada daftar negara emerging markets dalam MSCI Frontier Emerging Markets Index berdasarkan hasil August 2026 Index Review, sehingga Indonesia tetap berada dalam kategori emerging markets.

Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan saham PT Energi Mega Persada (ENRG) untuk diakumulasi beli di rentang harga Rp 1.240 hingga Rp 1.360 dengan level support di Rp 1.240 dan Rp 1.205. Selain itu, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) juga direkomendasikan untuk dibeli di harga Rp 1.885 hingga Rp 2.020, dengan level support di Rp 1.885 dan Rp 1.600.

Artikel Terkait