Pemerintah Indonesia menetapkan target untuk memulai program vaksinasi tuberkulosis (TB) secara bertahap pada tahun 2029. Langkah ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi angka kematian akibat TB, mirip dengan keberhasilan penanganan penyakit menular lainnya seperti COVID-19 dan cacar air.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa Indonesia kini termasuk dalam tujuh negara di dunia yang dipercaya untuk melakukan uji klinis vaksin TB terbaru. Kepastian ini diperoleh setelah ia diangkat oleh Direktur Jenderal WHO sebagai Co-Chair untuk Global TB Vaccine Accelerated Council bersama Menteri Kesehatan Brasil. "Jadi saya minta, 'Yuk, lakukan uji klinisnya di Indonesia.'. Dan sudah dilakukan, hasilnya bagus," ujarnya kepada wartawan pada Rabu (13/8).
Produksi Vaksin Diharapkan Dimulai 2028
Budi berharap bahwa Indonesia dapat mulai memproduksi vaksin TB pada tahun 2028, sehingga imunisasi dapat dilakukan pada tahun berikutnya. "Di 2029 kita mulai bertahap dengan imunisasi TB yang bisa menurunkan tingkat kematian akibat TB secara drastis," tutupnya. Ia menekankan bahwa pendekatan vaksinasi massal adalah kunci utama untuk menghentikan penyebaran penyakit menular ini.
Optimisme dalam Penanganan TB
Dengan adanya rencana ini, Budi menunjukkan optimisme bahwa program vaksinasi dapat memberikan dampak positif dalam penanganan TB di Indonesia. Langkah ini diharapkan tidak hanya mengurangi angka kematian, tetapi juga meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.