Ekonomi

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026 Diperkirakan Melebihi 5%

Ekonom dari Bank Danamon, Hosiana E. Situmorang, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 akan berada di atas 5%, didorong oleh belanja pemerintah dan investasi.

J
Jaya Abdi
03 August 2026 17 pembaca
Hari Widowati
Hari Widowati

PARAPAT. Hosiana E. Situmorang, ekonom dari Bank Danamon, memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2026 akan melampaui angka 5%. Belanja pemerintah diperkirakan menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ini. "Kami proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2026 bisa berada di kisaran 5,18%," ungkap Hosiana dalam sebuah pertemuan dengan para redaktur media di Parapat, Sumatra Utara, pada hari Jumat, 31 Juli.

Angka tersebut menunjukkan adanya perlambatan jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 yang tercatat mencapai 5,61% secara tahunan. Hosiana menjelaskan bahwa pemerintah terus melaksanakan belanja negara, terutama untuk sejumlah proyek strategis. Di sisi konsumsi rumah tangga, ia memperkirakan akan tetap tinggi meskipun tidak sekuat konsumsi pada kuartal II 2026. Namun, ia juga mengindikasikan bahwa kinerja ekspor diprediksi akan melambat, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi untuk periode April hingga Juni 2026.

Investasi Mendorong Pertumbuhan

Dalam hal investasi, Hosiana menyebutkan bahwa realisasi investasi pada kuartal II 2026 diperkirakan mencapai Rp 511,8 triliun, meningkat 7,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Data dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi menunjukkan bahwa realisasi investasi didorong oleh Penanaman Modal Asing (foreign direct investment/FDI) yang tumbuh sebesar 27,5% secara tahunan, sehingga menambah optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tahun ini.

Peringatan dari Bank Dunia

Bank Dunia dalam laporan terbarunya yang dirilis pada Juni 2026 memperingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sulit untuk tetap di atas 5% dalam jangka panjang tanpa adanya reformasi yang dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing. Mereka memperkirakan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini hanya berada di level 4,2%.

Dalam laporan tersebut, Bank Dunia memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,0% pada tahun 2026, sebelum meningkat menjadi 5,2% pada periode 2027-2028. Namun, mereka menekankan bahwa hal ini tidak akan terjadi secara otomatis dan sangat bergantung pada keberhasilan reformasi struktural.

Menurut Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih didorong oleh berbagai stimulus dari sisi permintaan, termasuk insentif fiskal dan belanja pemerintah yang diarahkan untuk menjaga aktivitas ekonomi. “Pertumbuhan ekonomi terkini didukung oleh stimulus dari sisi permintaan, seperti insentif fiskal dan belanja pemerintah yang terarah,” jelas mereka.

Walaupun kebijakan ini dapat mendukung pertumbuhan dalam jangka pendek, Bank Dunia mengingatkan bahwa kebijakan berbasis stimulus memiliki keterbatasan jika tidak diimbangi dengan langkah-langkah yang dapat meningkatkan kapasitas produksi dan produktivitas ekonomi. “Tanpa reformasi yang mendorong produktivitas, skema insentif tersebut hanya akan meningkatkan pertumbuhan untuk sementara waktu, tetapi tingkat pertumbuhan ekonomi tersebut akan sulit untuk dipertahankan secara berkelanjutan,” tambah mereka.

Artikel Terkait