Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada bulan Juli 2026 membuka kesempatan bagi para investor untuk mendapatkan keuntungan dari dua sumber, yaitu capital gain dan dividen. Setelah mengalami penurunan pada paruh pertama tahun ini, IHSG berhasil rebound dengan kenaikan sebesar 8,58% sepanjang Juli, bahkan mencatatkan reli selama 14 hari berturut-turut hingga 21 Juli 2026. Di tengah perbaikan sentimen pasar, sejumlah saham yang dikenal dengan pembagian dividen besar kembali menarik perhatian.
Perusahaan-perusahaan dari sektor perbankan, telekomunikasi, pertambangan, hingga barang konsumsi tercatat membagikan dividen besar dari laba tahun buku 2025 yang dibayarkan sepanjang tahun 2026. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi emiten dengan nilai dividen tertinggi, membagikan dividen sebesar Rp44,47 triliun atau Rp376,96 per saham dengan rasio pembayaran dividen mencapai 79%.
Dividen Besar dari Emiten Terkenal
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul dengan pembagian dividen sebesar Rp41,3 triliun atau Rp336 per saham, dengan rasio pembayaran dividen sebesar 72%. Di sisi lain, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengalokasikan dividen sebesar Rp21,99 triliun atau Rp223,17 per saham, menariknya, rasio pembayaran dividen TLKM mencapai 123,5%, lebih tinggi dari laba bersih tahun buku 2025, karena perusahaan memanfaatkan saldo laba ditahan.
Dari sektor sumber daya alam, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) membagikan dividen sebesar Rp8,05 triliun atau Rp263,4 per saham dengan rasio pembayaran hampir mencapai 100%. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) juga mengalokasikan dividen sebesar Rp7,9 triliun atau Rp463,32 per saham. Sementara itu, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membagikan dividen sebesar Rp5,05 triliun atau Rp209,99 per saham, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menyalurkan Rp2,06 triliun atau Rp992 per saham. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menetapkan dividen sebesar Rp114,51 per saham dengan total Rp1,32 triliun, yang juga dibagikan oleh PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dengan nilai yang sama.
Pilihan Saham Berdasarkan Rekomendasi Analis
Di tengah banyaknya emiten yang membagikan dividen besar, seorang analis teknikal senior dari Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengungkapkan bahwa tidak semua saham memiliki prospek yang sama. Ia menyarankan agar investor memilih emiten yang tidak hanya menawarkan yield dividen yang menarik, tetapi juga memiliki potensi kenaikan harga saham. Nafan merekomendasikan enam saham, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), BMRI, BBCA, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), TLKM, dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
Menurutnya, BBRI masih menjadi pilihan utama karena memiliki fundamental yang kuat, profitabilitas tinggi, serta rekam jejak pembagian dividen yang konsisten. Jika pemulihan ekonomi terus berlanjut, saham tersebut diprediksi memiliki ruang untuk kenaikan harga. BMRI juga dianggap menarik karena mampu menjaga kualitas aset di tengah pertumbuhan laba yang tinggi. Prospek ekspansi kredit dinilai masih menjadi penopang kinerja dan berpotensi mendukung pembagian dividen di masa mendatang.
Untuk BBCA, meskipun yield dividen relatif lebih rendah dibandingkan bank-bank besar lainnya, kualitas laba, likuiditas yang kuat, serta model bisnis yang defensif membuat saham ini tetap menjadi pilihan bagi investor jangka panjang. Di luar sektor perbankan, AKRA dianggap menawarkan kombinasi yield dividen yang menarik dengan prospek pertumbuhan bisnis dari distribusi energi dan pengembangan kawasan industri JIIPE. TLKM tetap menjadi pilihan bagi investor yang mengincar pendapatan dividen yang stabil, didukung oleh bisnis telekomunikasi yang defensif dan arus kas yang kuat. KLBF juga dinilai cocok sebagai saham defensif di sektor kesehatan, meskipun yield dividen tidak setinggi emiten komoditas, perusahaan ini memiliki fundamental yang sehat dan konsisten dalam pembagian dividen.
Selain emiten yang telah membagikan dividen dari laba tahun buku 2025, masih terdapat beberapa perusahaan yang akan melakukan pembagian dividen pada akhir Juli hingga Agustus 2026. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) akan membagikan dividen interim sebesar Rp1 triliun atau Rp50 per saham, dengan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 31 Juli 2026, sedangkan ex dividen pada 3 Agustus 2026. Pembayaran dividen direncanakan pada 14 Agustus 2026.
Di sisi lain, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp2,08 triliun atau Rp25,6 per saham, yang setara dengan 98% dari laba bersih tahun buku 2025. Sepanjang tahun 2025, Mitratel mencatatkan pendapatan sebesar Rp9,53 triliun, EBITDA Rp7,83 triliun, dan laba bersih Rp2,12 triliun. Perseroan dijadwalkan untuk membayarkan dividen kepada pemegang saham pada 31 Juli 2026.
Keputusan untuk berinvestasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab investor. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga melalui WhatsApp Channel Katadata.co.id. Nikmati pengalaman membaca yang lebih nyaman dan fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.