Kesehatan

--- Respon Santai Menkes Budi Terkait Kandidat Dirjen WHO ---

--- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin belakangan ini disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk posisi Direktur Jenderal WHO. Saat ditanya mengenai hal tersebut, Budi memberikan respons yang santai...

D
Dinda Mughni
22 June 2026 3 pembaca
Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja
Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja
---TITLEEXCERPT--- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin belakangan ini disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk posisi Direktur Jenderal WHO. Saat ditanya mengenai hal tersebut, Budi memberikan respons yang santai. ---CONTENT---

Jakarta - Nama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin akhir-akhir ini banyak dibicarakan sebagai salah satu kandidat yang memiliki peluang besar untuk menduduki posisi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Beberapa media internasional bahkan menilai Budi memiliki kesempatan yang signifikan untuk memimpin lembaga kesehatan global tersebut.

Ketika dimintai pendapat mengenai isu ini, Budi menunjukkan sikap santai. "Iya?" ujarnya sambil tertawa ketika ditanya oleh wartawan. Tak lama setelah itu, ia melontarkan sebuah candaan, "Saya jadi ikatan wartawan saja," tambahnya.

Peluang dan Pembicaraan dengan Presiden

Sebelumnya, media internasional Devex melaporkan bahwa Budi termasuk dalam daftar nama yang dianggap memiliki peluang untuk menjadi Dirjen WHO berikutnya. Dalam wawancara dengan Devex yang berlangsung di sela-sela World Health Assembly ke-79 di Jenewa, Budi mengungkapkan bahwa ia telah membahas kemungkinan tersebut dengan Presiden Prabowo Subianto.

Walaupun demikian, Budi menegaskan bahwa pencalonan untuk posisi Direktur Jenderal WHO bukanlah keputusan pribadi, melainkan harus diajukan secara resmi oleh negara. "Saya akan mengonfirmasi setelah negara mengirimkan surat resmi, karena menjadi Direktur Jenderal WHO bukan pengajuan individu, melainkan harus diajukan oleh negara," jelas Budi.

Dukungan Internasional dan Latar Belakang

Selain itu, laporan dari Health Policy Watch juga menyebutkan Budi sebagai salah satu kandidat yang diperhitungkan untuk memimpin WHO, terutama di tengah tantangan terkait pembiayaan dan reformasi organisasi. Latar belakang Budi sebagai mantan bankir dianggap memberikan kemampuan pengelolaan keuangan yang dibutuhkan oleh WHO.

Reformasi sistem kesehatan dan digitalisasi layanan kesehatan yang dilakukan Indonesia pascapandemi COVID-19 juga menjadi nilai tambah bagi Budi. Beberapa sumber internasional bahkan menyebutkan bahwa Budi mendapatkan dukungan dari sejumlah negara Asia dan dianggap berpotensi menjadi penghubung antara negara-negara berkembang dan negara maju dalam mendorong reformasi di WHO.

Jika Budi resmi mencalonkan diri dan terpilih, ia akan menjadi orang Indonesia pertama yang memimpin salah satu badan khusus utama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Artikel Terkait