Kesehatan

Risiko Hipertensi Mengancam Jutaan Warga Indonesia Setelah Cek Kesehatan Gratis

Hasil pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di awal tahun 2026 menunjukkan bahwa sekitar 7 juta orang dewasa di Indonesia mengalami hipertensi. Kondisi ini dapat berakibat fatal jika tidak ditangani...

J
Jaya Abdi
19 May 2026 11 pembaca
Risiko Hipertensi Mengancam Jutaan Warga Indonesia Setelah Cek Kesehatan Gratis
Ilustrasi (Foto: Getty Images/kali9)

Di awal tahun 2026, pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) mengungkapkan bahwa sekitar 7 juta orang dewasa berusia antara 18 hingga 59 tahun mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi. Menurut Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, dr Maria Endang Sumiwi, "7 juta yang tekanan darahnya di atas normal. Jadi ini yang kita sebut hipertensi dan pre-hipertensi. Supaya kita nggak hipertensi dan pre-hipertensi, kita membatasi konsumsi garam."

Dr Maria juga menekankan bahwa hipertensi dikenal sebagai "silent killer" karena dapat menyebabkan masalah serius seperti penyakit jantung dan stroke. Ia menambahkan, "Kalau sudah hipertensi, karena ini yang disebut silent killer ya. Bisa menyebabkan jantung, bisa menyebabkan stroke, maka sesuai dengan yang diberikan dokter obatnya harus segera diminum."

Penyebab dan Dampak Hipertensi

Salah satu faktor penyebab hipertensi adalah gaya hidup yang tidak sehat, termasuk konsumsi makanan atau minuman yang tinggi garam atau natrium. Prof Dr dr Antonia Anna Lukito, seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Siloam Hospitals, menjelaskan bahwa penelitian telah menunjukkan adanya hubungan antara hipertensi dan masalah pada pembuluh darah. Ia menyatakan, "Memang masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa natrium ini tidak hanya ditemukan pada produk makanan atau minuman yang asin-asin saja."

Prof Antonia menambahkan bahwa minuman bersoda juga mengandung natrium yang cukup tinggi, dan masyarakat perlu memperhatikan kandungan nutrisi dari setiap produk yang mereka konsumsi. Ia merekomendasikan agar konsumsi garam harian dibatasi hanya 2,5 gram, sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan kurang dari 5 gram atau sekitar satu sendok teh per hari.

Risiko Kesehatan Akibat Hipertensi

Prof Antonia mengingatkan bahwa risiko yang paling berbahaya dari hipertensi adalah pecahnya aorta dan stroke, yang dapat berakibat fatal. "Aorta pecah sudah hampir separuh nyawa lewat. Iya (bisa) kolaps," tegasnya. Ia juga menyoroti bahwa kondisi fatal ini bisa terjadi jika konsumsi garam yang berlebihan dan hipertensi berlangsung dalam jangka waktu lama. "Tanda sesaat nggak. Itu adalah kondisi yang kronis atau menahun. Kebiasaan-kebiasaan orang susah diubah. Jadi dari muda harus kebiasaan yang baik," tutupnya.

Artikel Terkait