Kesehatan

Risiko Tersembunyi dari Kecap Manis yang Perlu Diketahui

Kecap manis kembali menjadi perhatian setelah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa bumbu ini dapat meningkatkan risiko hipertensi. Kandungan natrium yang tinggi dalam kecap manis...

J
Jarot Kusna
24 June 2026 22 pembaca
Hidden sodium di balik manisnya kecap bisa meningkatkan risiko hipertensi. (Foto: iStock)
Hidden sodium di balik manisnya kecap bisa meningkatkan risiko hipertensi. (Foto: iStock)

Jakarta - Kecap manis kembali menjadi topik pembicaraan, di mana Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melalui media sosialnya mengungkapkan bahwa bumbu ini dapat meningkatkan risiko hipertensi. Bumbu yang umum digunakan dalam berbagai masakan seperti soto dan penyetan ini ternyata dapat menjadi sumber natrium yang sering kali tidak disadari oleh banyak orang.

Meskipun tidak terasa asin, satu sendok makan kecap manis dapat mengandung antara 350 hingga 500 mg natrium. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merekomendasikan agar konsumsi natrium tidak melebihi 2.000 mg per hari. Dengan demikian, beberapa sendok kecap dalam satu porsi makanan sudah dapat menyumbang sebagian besar batas asupan natrium harian.

Kelebihan natrium dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan, yang berujung pada peningkatan volume darah. Hal ini membuat jantung bekerja lebih keras dan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Penyebab Kecap Manis Mengandung Natrium

Banyak orang beranggapan bahwa kecap manis hanya mengandung gula. Pandangan ini muncul karena rasa manis yang dominan. Namun, dalam proses pembuatannya, kecap juga menggunakan garam sebagai salah satu bahan utama.

Pada pembuatan kecap tradisional, kedelai yang telah diolah akan mengalami proses fermentasi dalam larutan garam. Garam berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme fermentasi yang diinginkan dan menghambat pertumbuhan mikroba berbahaya. Proses ini juga berkontribusi pada pembentukan senyawa yang memberikan rasa dan aroma khas pada kecap.

Hal ini dijelaskan dalam berbagai penelitian mengenai fermentasi kecap, termasuk sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Food Research International tahun 2019, yang menyatakan bahwa proses fermentasi kecap umumnya melibatkan larutan garam pada tahap fermentasi moromi. Kandungan garam tersebut menjadi salah satu penyumbang natrium dalam produk kecap.

Oleh karena itu, meskipun rasanya manis karena tambahan gula, kecap manis tetap mengandung natrium dalam jumlah yang cukup tinggi. Fenomena ini dikenal sebagai natrium tersembunyi, yaitu natrium yang berasal dari makanan yang tidak selalu memiliki rasa asin yang kuat. Selain kecap manis, natrium tersembunyi juga dapat ditemukan dalam saus, kaldu instan, bumbu penyedap, makanan olahan, dan berbagai produk kemasan.

Dampak Kelebihan Natrium terhadap Kesehatan

Natrium merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan, mendukung kerja saraf, dan membantu kontraksi otot. Namun, asupannya perlu dikontrol karena konsumsi berlebihan dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh.

Ketika kadar natrium terlalu tinggi, tubuh akan menahan lebih banyak air untuk menjaga keseimbangan kadar natrium dalam darah. Akibatnya, volume darah meningkat dan tekanan pada dinding pembuluh darah menjadi lebih besar. Jika kondisi ini terus berlanjut, risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular dapat meningkat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengurangi konsumsi natrium dapat membantu menurunkan tekanan darah, terutama pada individu dengan hipertensi atau yang sensitif terhadap garam.

Kecap manis tidak harus dihindari sepenuhnya dalam pola makan sehari-hari. Masalahnya bukan terletak pada satu jenis makanan, melainkan total asupan natrium dari semua makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari. Dokter spesialis penyakit dalam, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, menyarankan agar kecap manis digunakan secukupnya sebagai penambah rasa, bukan sebagai komponen utama dalam makanan.

“Sebaiknya menggunakan kecap manis secukupnya hanya sebagai penambah rasa, bukan sebagai komponen utama makanan. Disarankan untuk memilih kecap dengan kandungan natrium dan gula yang rendah,” ujar dr Aru. Membiasakan diri untuk membaca label informasi gizi pada kemasan juga dapat membantu mengetahui berapa banyak natrium yang masuk ke tubuh. Dengan cara ini, kecap manis tetap bisa dinikmati tanpa berlebihan dalam asupan natrium harian.

Artikel Terkait