Ekonomi

RUPS Penting Besok: PTBA, BUKA, dan PWON Siap Bahas Agenda Strategis

Sebanyak delapan emiten dari berbagai sektor akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Kamis, 11 Juni 1979, dengan agenda yang beragam dan penting bagi investor.

J
Jaya Abdi
10 June 2026 11 pembaca
PTBA akan membahas pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026-2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027. (Foto: KabarBursa)
PTBA akan membahas pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026-2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027. (Foto: KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Pada hari Kamis, 11 Juni 1979, setidaknya delapan emiten dari berbagai sektor akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). RUPS ini mencakup perusahaan-perusahaan dari sektor batu bara, perbankan digital, properti, farmasi, hingga ritel. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA), yang akan meminta persetujuan penggunaan laba bersih untuk tahun buku 2025 dan mengagendakan perubahan anggaran dasar serta susunan pengurus perusahaan.

Selain itu, PTBA juga akan membahas pendelegasian kewenangan untuk menyetujui Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026-2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027. Agenda ini sangat penting karena akan memberikan gambaran mengenai arah strategi perusahaan di tengah perubahan energi dan fluktuasi harga batu bara global.

Agenda Menarik dari Emiten Teknologi dan Ritel

Dari sektor teknologi, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) juga menjadi sorotan. Dalam RUPS-nya, perusahaan ini akan membahas penggunaan laba bersih dan penunjukan auditor, serta meminta persetujuan pemegang saham untuk pengangkatan kembali atau perubahan susunan direksi dan dewan komisaris. BUKA juga akan meminta penegasan kembali pelimpahan kewenangan kepada dewan komisaris untuk melaksanakan penambahan modal dalam program Management and Employee Stock Ownership Program (MESOP) II, yang berpotensi menarik perhatian investor terkait struktur permodalan dan insentif jangka panjang bagi manajemen.

Sementara itu, PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY), pemilik jaringan MR.D.I.Y Indonesia, akan menggelar RUPS perdana setelah melantai di bursa. Agenda yang akan dibahas mencakup penggunaan laba bersih, perubahan anggaran dasar, laporan realisasi penggunaan dana hasil IPO, serta pengangkatan kembali atau perubahan susunan dewan komisaris. Sebagai emiten baru, laporan penggunaan dana hasil penawaran umum akan menjadi fokus utama bagi investor untuk menilai sejauh mana realisasi ekspansi perusahaan sesuai rencana.

Fokus pada Sektor Properti dan Farmasi

Di sektor properti, perhatian akan terfokus pada dua emiten besar, yaitu PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA). PWON tidak hanya akan menggelar RUPS Tahunan, tetapi juga RUPS Luar Biasa yang akan membahas perubahan susunan pengurus serta penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar untuk mengikuti Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) terbaru. Di sisi lain, SMRA akan meminta persetujuan pemegang saham untuk penjaminan aset yang nilainya melebihi 50 persen dari kekayaan bersih perusahaan, yang bertujuan untuk mendapatkan pendanaan dari lembaga keuangan atau penerbitan efek non-ekuitas.

Di sektor farmasi, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) akan membahas perubahan anggaran dasar yang berkaitan dengan penyesuaian KBLI 2025, serta pengangkatan kembali atau perubahan susunan dewan komisaris. Perseroan juga akan menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana dan menetapkan penggunaan laba atau rugi bersih untuk tahun buku 2025. Sementara itu, PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) akan meminta persetujuan pemegang saham untuk menjaminkan sebagian aset perusahaan guna memperoleh pinjaman dari lembaga keuangan, strategi ini biasanya dilakukan untuk mendapatkan fleksibilitas pendanaan dalam pengembangan usaha.

Di sektor pariwisata, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) juga akan menggelar RUPS dengan agenda utama penggunaan laba bersih, penunjukan auditor, serta laporan realisasi penggunaan dana hasil Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I). Secara keseluruhan, mayoritas emiten yang menggelar RUPS besok akan membahas agenda rutin seperti pengesahan laporan keuangan, penggunaan laba bersih, penetapan remunerasi direksi dan komisaris, serta penunjukan akuntan publik.

Namun, di antara agenda rutin tersebut, terdapat beberapa poin strategis yang berpotensi menarik perhatian pasar, termasuk perubahan susunan pengurus di PTBA, BUKA, MDIY, PWON, dan PYFA, rencana penjaminan aset oleh AGII dan SMRA, serta evaluasi penggunaan dana hasil aksi korporasi pada MDIY, BUVA, AGII, BUKA, SMRA, dan PYFA. Bagi para investor, keputusan yang diambil dalam RUPS ini dapat memberikan petunjuk mengenai arah bisnis masing-masing emiten untuk satu hingga lima tahun ke depan. Oleh karena itu, hasil rapat besok berpotensi menjadi katalis yang memengaruhi sentimen perdagangan pada sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia dalam beberapa hari mendatang.

(*) Disclaimer: Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Artikel Terkait